Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Marquez: Pemberitaan Fenati Seperti Pembunuhan Karakter

Jumat 21 Sep 2018 17:37 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Endro Yuwanto

Marc Marquez

Marc Marquez

Foto: EPA/Noushad Thekkail
Marquez menyebut masih ada solusi lebih damai untuk Fenati.

REPUBLIKA.CO.ID, ARAGON -- Pembalap Repsol Honda Marc Marquez menilai pemberitaan media yang berlebihan tentang 'Fenati Affair' yang melibatkan pembalap Moto2, Romano Fenati tak ubahnya seperti pembunuhan karakter. Insiden seperti di Misano beberapa waktu lalu dinilainya terjadi bukan hanya sekali dua kali.

"Sesuatu seperti itu pernah terjadi di masa lalu. Dua tahun lalu hal-hal mirip terjadi juga. Tentu saja hukuman harus diterapkan. Tapi, yang terjadi sekarang sudah keterlaluan karena itu terlihat seperti pembunuhan karakter. Tentu saja perbuatannya tercela, tapi kan dia tak membunuh siapa pun," kata Marquez, dilansir dari Speedweek, Jumat (21/9).

photo
Pembalap Marco Fenati (kiri) menarik tuas rem lawan saat balapan


Dua pekan lalu, Fenati yang merupakan pembalap Marinelli Snipers menyentuh tuas rem lawannya, Stefano Manzi, saat tengah melaju dengan kecepatan 200 kilometer (km) per jam. Fenati berkilah dirinya ingin mempertahankan diri dari serangan Manzi yang superagresif.

Beruntung, Manzi selamat dan tidak terimbas manuver yang dilakukan Fenati. Akibat perbuatan Fenati, pembalap Italia itu didiskualifikasi di dua balapan, bahkan lebih parah tim memecat dan memutus kontraknya. Ditambah lagi pengadilan mencabut lisensi balapnya.

Konsekuensinya, Fenati dicekal membalap di ajang manapun. Marquez menyebut masih ada solusi lebih damai untuk Fenati. "Menurut saya, apa yang dilakukannya kemarin cukup buruk dan hukuman diskualifikasi dua kali itu masih kurang. Namun, saya tak suka pemberitaan media tentangnya yang berlebihan," kata Marquez menegaskan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA