Kamis 20 Sep 2018 10:57 WIB

Putusan MK Soal Pencalonan Anggota DPD RI Berlaku 2024

Pengurus partai politik tak boleh mendaftarkan diri sebagai calon anggota DPD.

Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono.
Foto: DPD RI
Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan bahwa Putusan MK Nomor 30/XVI/2018 berlaku ke depan atau tidak berlaku surut dan baru berlaku untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Hal tersebut tertuang dalam hasil rapat konsultasi antara Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dengan MK yang dipimpin oleh Ketua MK, di Gedung MK, Rabu (19/9) lalu.

Sebagaimana diketahui bahwa Putusan MK No.30/XVI/2018 menyatakan bahwa pengurus partai politik tak diperbolehkan mendaftarkan diri sebagai calon anggota DPD. Apabila tetap ingin mendaftarkan diri, maka yang bersangkutan harus mundur terlebih dahulu dari partai politik.

Dalam konferensi pers mengenai hasil konsultasi DPD dengan MK ini, Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono mengatakan bahwa penegasan MK tersebut mengandung konsekuensi. Menurutnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak dapat memberlakukan putusan MK tersebut untuk pemilu 2019.

“Oleh karenanya untuk kepastian hukum, KPU RI memiliki kewajiban untuk mencabut dan tidak memberlakukan PKPU nomor 26 tahun 2018 dalam menentukan DCT bacaleg DPD RI di Pemilu 2019,” tegas Nono seperti dalam siaran persnya.

Rapat konsultasi tersebut dihadiri oleh Letjen (Purn) TNI Nono Sampono (Wakil Ketua DPD RI), Akhmad Muqowam (Wakil Ketua DPD RI), Benny Rhamdani (Ketua Komite I DPD RI). Juga didampingi oleh Yusril Ihza Mahendra, Dodi S. Abdulkadir dan Herman Kadir.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement