Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Menteri Susi Ajak Mahasiswa Jaga Kedaulatan Laut

Selasa 18 Sep 2018 06:28 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Pemerintahan saat ini menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengajak para mahasiswa dan akademisi untuk turut andil menjaga kedaulatan laut Indonesia. "Anda sekalian akan menjadi bagian dari kedaulatan laut yang saat ini kita jaga penuh," kata Susi saat membuka Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia di Palembang, Senin (17/9).

Ia memaparkan bahwa pemerintahan saat ini menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia dan menjadikan laut sebagai masa depan bangsa. "Untuk menjadikan laut kita sebagai masa depan bangsa adalah hal yang penting maka yang pertama harus dilakukan menertibkan kapal asing yang masuk menangkap ikan di wilayah laut Indonesia," ungkap dia.

Dia menjelaskan sejak 2012 pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan melaksanakan moratorium terhadap kapal asing guna meningkatkan ekspor ikan Indonesia berkali kali lipat. "Dulu Indonesia melayani jutaan ton ekspor ikan kemudian jatuh atau hanya tinggal 50 persen saja. Hilangnya banyak sumber daya kita mengakibatkan eksportir tidak bisa ekspor lagi disebabkan penangkapan ikan tanpa izin di tengah laut kita," ujar Susi.

Ia menambahkan tidak hanya ikan tetapi juga minyak. Kapal asing yang terhitung jumlahnya mencapai lebih dari sepuluh ribu tersebut tanpa membayar pajak bahkan melakukan ekspor dari tengah laut.

Pemerintah saat ini berkomitmen penuh pada laut sebagai masa depan bangsa. Karena itu dibentuk satgas menyelesaikan persoalan laut dan penerbitan Peraturan Presiden No 44 tentang perikanan tangkap dan menjaga kedaulatan laut Indonesia. "Besar harapan saya agar akademisi memastikan Perpres 44 jangan sampai direvisi," harapnya.

Menurut dia, saat ini satu-satunya yang paling berdaulat adalah perikanan dan ini menjadi tugas semua pihak untuk ikut serta mengawalnya. "Masak yang menangkap ikan di perairan kita yang kaya harus orang asing, jelas tidak boleh," tegas dia.

Ia juga mengingatkan kembali para mahasiswa perikanan dan generasi muda lainnya untuk berhadapan dengan tantangan globalisasi. Hal ini dikarenakan segala subjek yang berkaitan dengan kekayaan laut dan penjagaan kedaulatan laut memerlukan banyak keahlian dan ilmu. "Inilah kesempatan generasi kalian menghadapi kerja di masa depan," ujarnya.

Universitas juga diharapkan menjawab tantangan yang sama dan berinovasi setiap waktu harus mengupgrade teknologi perikanan. Susi juga berjanji akan mendukung setiap program perikanan yang diselenggarakan universitas dan akademisi jurusan perikanan dan kelautan.

Sementara itu, Rektor Universitas Sriwijaya Anis Saggaff menjelaskan Unsri memiliki program studi baik di bidang budi daya maupun pengolahan hasil perikanan. Pihaknya juga menyediakan Taman Buah Firdaus yang dilengkapi kolam untuk pembudidayaan ikan bagi mahasiswa. "Pembudidayaan ini diteliti dan dikembangkan oleh mahasiswa kemudian dilepas untuk masyarakat," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA