Rabu, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 Desember 2019

Rabu, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 Desember 2019

Kota Malang Bakal Bedah 360 Rumah Rusak Berat

Senin 17 Sep 2018 17:36 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Andi Nur Aminah

 Lazismu melakukan kegiatan bedah rumah. Kegiatan tersebut kali ini dilakukan di Desa Karangmojo, Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Senin (12/2).

Lazismu melakukan kegiatan bedah rumah. Kegiatan tersebut kali ini dilakukan di Desa Karangmojo, Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Senin (12/2).

Foto: Republika/Eric Iskandarsjah Z
Ratusan rumah terpilih tersebut dianggap telah memenuhi kriteria.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan membedah 360 rumah yang masuk ke dalam kategori rusak berat. Bagian dari program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) ini akan dijalankan dalam waktu dekat. "Ini sudah mulai menghitung RAB-nya (Rancangan Anggara Biaya)," kata Plt Kepala Disperkim sekaligus Asisten II Pemkot Malang, Diah Ayu Kusumadewi saat dihubungi Republika.co.id, Senin (17/9).

Untuk pembagian jumlahnya per lokasi, Diah mengaku, belum mengetahuinya secara detail. Namun hal pastinya, dia melanjutkan, bantuan tersebut tersebar di lima kecamatan di Kota Malang. Dalam hal ini semua terbagi rata di Kecamatan Klojen, Blimbing, Sukun, Kedungkandang dan Lowokwaru. "Dan nanti besarnya bantuan antara Rp 7,5 juta hingga Rp 15 juta yang diberikan dalam bentuk bahan bangunan," tegasnya.

Adapun penentuan rumah yang dibedah, Diah menegaskan, seluruhnya telah mendapatkan penilaian dari pemerintah setempat terlebih dahulu. Ratusan rumah terpilih tersebut dianggap telah memenuhi kriteria sebagai calon penerima bantuan.

Lebih detail, Diah menerangkan, penerima bantuan harus Warga Negara Indonesia (WNI) dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Selanjutnya, penerima juga dipastikan memiliki atau menguasai tanah dan belum mempunyai rumah. Pemilik juga harus memiliki dan menghuni Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). "Yang pasti belum pernah menerima bantuan perumahan dari pemerintah," tegasnya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA