Thursday, 15 Jumadil Akhir 1442 / 28 January 2021

Thursday, 15 Jumadil Akhir 1442 / 28 January 2021

Polri akan Padukan Indeks Kerawanan Pemilu dengan Bawaslu

Kamis 13 Sep 2018 23:20 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Bayu Hermawan

Warga memasukan surat suara ke kotak suara. (Ilustrasi)

Warga memasukan surat suara ke kotak suara. (Ilustrasi)

Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Polri menyatakan telah melakukan pemetaan awal daerah rawan pemilu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polri menyatakan telah melakukan pemetaan awal daerah rawan pemilu. Polri menyebut adanya beberapa provinsi yang rawan. Namun, hasil tersebut akan dipadukan terlebih dahulu dengan indeks kerawanan yang akan diumumkan pula oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Memang ada beberpa provinsi yang sampai tahap ini kita anggap cukup rawan, namun demikian nanti provinsi yang cukup rawan akan kita padukan juga dengan indeks kerawanan yang dikeluarkan oleh bawaslu," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Kamis (13/9).

Indeks tersebut kata Dedi akan dipadukan sebagai bahan analisis lebih lanjut dengan Polri dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sehingga di daerah yang dianggap rawan, nantinya Polri bisa menyiapkan perlakuan khusus.

Dedi belum menyebutkan secara rinci daerah mana saja yang dianggap rawan. Kendati demikian, Papua menjadi salah satu daerah yang disebut rawan konflik oleh Polri.

"Papua secara geografis sangat luas kemudian di sana dikatahui masih ada kelompok-kelompok bersenjata yang melakukan gangguan-gangguan keamanan di sana," ucap Dedi.

Namun, lanjut dia, tidak menutup kemungkinan ada daerah lain yang juga dianggap rawan. Kerawanan ini akan diketahui lebih lanjut melalui kajian yang dilakukan Polri bersama

"Nanti ada daerah yangg kt kaji dan anggap rawan dalam kajian yang lebih komprehensif lagi nanti ada beberapa daerah akan kita publish mungkin setelah tim menganalisa secara komprehensif," ujar dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA