Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Ketua DPD RI Ajak GMKI Membangun Daerah

Kamis 13 Sep 2018 21:15 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Ketua DPD Oesman Sapta saat Kongres XXXVI GMKI di Bogor, Jawa Barat, Kamis (13/9).

Ketua DPD Oesman Sapta saat Kongres XXXVI GMKI di Bogor, Jawa Barat, Kamis (13/9).

Foto: dpd
Mahasiswa GMKI harus mendorong pembangunan perekonomian.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR-Ketua DPD RI Oesman Sapta merasa bangga dengan kehadiran Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Tanah Air. Sebab, para mahasiswa yang merupakan pemuda-pemudi ini turut andil dalam pembangunan bangsa.

“Saya bangga dengan GMKI karena Bangsa Indonesia dibangun oleh pemuda-pemudi. Saya juga mau ngajak para pemuda untuk jangan menyerah untuk membangun daerah dan kesejahteraan keluarganya,” ucap Oesman Sapta saat Kongres XXXVI GMKI di Bogor, Jawa Barat, Kamis (13/9).

photo
Oesman Sapta saat Kongres XXXVI GMKI di Bogor, Jawa Barat, Kamis (13/9).

Ia mengantakan bahwa hadirnya DPD RI untuk membangun dan menyejahterahkam daerah. DPD RI tidak bekerja sendiri, untuk itu butuh dukungan dari GMKI yang mayoritas dari daerah. “DPD RI tidak bisa sendiri maka butuh dukungan dari GMKI. Saya yakin GMKI ini sangat luar biasa hebat,” kata senator asal Kalimantan Barat itu.

Oesman Sapta juga mengakui bahwa Indonesia memiliki wilayah yang begitu luas sehingga masih terjadi ketimpangam di daerah-daerah. Tapi saat ini sudah ada pembangunan yang merata seperti di perbatasan dan Papua. “Saat ini sudah ada pemerataan contohnya harga semen di Papua saat ini tidak jauh dengan di Jawa,” ucap dia.

Dirinya juga mengajak GMKI untuk mendorong terus pembangunan perekonomian di daerah. Dengan demikian pemerintah pusat agar memberikan perhatian bagi daerahnya. “Para mahasiswa harus mendorong pembangunan perekonomian jangan hanya menonton saja,” harap Oesman Sapta.

Selain itu, Oesman Sapta juga menghimbau agar para mahasiswa untuk tidak berpolitik di dalam kampus. Kecuali political will untuk dirinya sendiri. “Jangan sampai mahasiswa terpengaruh oleh isu-isu atau fitnah,” ucap dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler