Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Mengenal Petenis Putri Pertama Jepang yang Juara Grand Slam

Ahad 09 Sep 2018 20:09 WIB

Red: Endro Yuwanto

Naomi Osaka Juara AS Terbuka 2018.

Naomi Osaka Juara AS Terbuka 2018.

Foto: EPA/JOHN G MABANGLO
Dalam waktu kurang dari setahun, Naomi melesat dari posisi 68 ke peringkat 17 dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Naomi Osaka baru berusia satu tahun ketika idolanya, Serena Williams memenangkan grand slam pertamanya pada tahun 1999. Naomi yang kini menjadi pemain termuda yang berada di peringkat 20 besar dunia.

Naomi dilahirkan di Osaka dari seorang ibu asal Jepang dan ayahnya dari Haiti. Ia telah tinggal di Florida, Amerika Serikat, bersama keluarganya sejak berusia tiga tahun.

Naomi tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk membawa namanya di arena grand slam sejak menjadi pemain profesional pada 2013 atau saat ia berusia 15 tahun.
Pada tahun 2017, Naomi membuat gebrakan di AS Terbuka dengan mengalahkan juara bertahan Angelique Kerber di babak pertama.

Setelah pertandingan itu, Naomi melanjutkan kesuksesannya di Indian Wells, mengalahkan mantan petenis nomor satu dunia Maria Sharapova dan Karolina Pliskova serta unggulan teratas Simona Halep.

Baca Juga

photo
Naomi Osaka Juara AS Terbuka 2018.


Dalam waktu kurang dari setahun, Naomi melesat dari posisi 68 ke peringkat 17 dunia. Ia juga terkenal karena kejenakaannya baik di dalam maupun di luar lapangan.

Naomi telah menantikan untuk berhadapan dengan idolanya Serena Williams. Setelah memenangkan semifinal Amerika Serikat (AS) Terbuka 2018, Osaka mengatakan, ia senang melawan Serena.

"Ketika saya masih kecil, saya selalu bermimpi akan berhadapan dengan Serena di final grand slam," kata Naomi kepada BBC, Ahad (9/9). "Pada saat yang sama saya merasa, meskipun harus menikmati momen ini, saya masih harus memikirkan ini seperti pertandingan lainnya."

Dalam wawancara pasca-pertandingan setelah kemenangan semifinal, Naomi mengatakan, semua yang dia pikirkan ingin menghadapi 'Serena'. "Saya mencintaimu, Serena," ujarnya.

Meskipun kariernya sedang gemilang, Naomi masih dianggap sebelah mata. Naomi, yang kebetulan dilatih oleh mantan rekan latihan Williams, masih dilihat oleh komentator sebagai underdog atau pemain yang tidak diperhitungkan.

Sebelum pertandingan, para ahli bertanya-tanya apakah Osaka bisa menangani tekanan final grand slam perdananya, terutama melawan Serena Williams yang membidik rekor gelar tunggal grand slam ke-24 di hadapan ribuan penggemarnya.

Perbedaan usia yang jauh juga menjadi kesenjangan keduanya. Tapi Naomi tetap tenang,. Ia mendominasi pertandingan dengan menghujam lebih banyak pukulan ace dan menguasai lapangan lebih baik daripada Williams.

Naomi pun mencetak sejarah sebagai petenis Jepang pertama yang menjuarai turnamen grand slam. Ia merebut gelar AS Terbuka 2018 setelah mengalahkan idolanya sejak kecil, Serena Williams, dengan skor 6-2 dan 6-4 pada final Ahad (9/9) pagi WIB.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA