Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Pengamat: Komposisi Tim Pemenangan Jokowi Luar Biasa

Jumat 07 Sep 2018 19:33 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Bayu Hermawan

Pengumuman Tim Kampanye Nasional. Presiden Joko Widodo (kedua kanan), Wapres Sekaligus Ketua Tim Pengarah Tim Kampanye Nasional Jusuf Kalla (kedua kiri), Cawapres KH Maruf Amin (kanan), dan Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Amin, Erick Thohir saat pengumuman Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - KH Maruf Amin di Jakarta, Jumat (7/9).

Pengumuman Tim Kampanye Nasional. Presiden Joko Widodo (kedua kanan), Wapres Sekaligus Ketua Tim Pengarah Tim Kampanye Nasional Jusuf Kalla (kedua kiri), Cawapres KH Maruf Amin (kanan), dan Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Amin, Erick Thohir saat pengumuman Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - KH Maruf Amin di Jakarta, Jumat (7/9).

Foto: Republika/ Wihdan
Pengamat melihat kubu Jokowi-Ma'ruf menggunakan kekuatan lebih untuk menang total.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik Rico Marbun menilai, dipilihnya Erick Thohir sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, merupakan langkah tepat dari kubu capres pejawat. Rico melihat kubu Jokowi-Ma’ruf memperlihatkan strategi untuk meraih suara dari berbagai lapisan masyarakat.

Eric, menurut Rico dinilai sebagai figur yang tak hanya memiliki kemampuan manajerial yang baik namun juga dikenal sebagai sosok yang milenial. Dengan begitu, menurut Rico kehadiran Eric Thohir dapat menjadi penambah kekuatan untuk menjaring suara dikalangan generasi milenial. Terlebih dengan hadirnya Jusuf Kalla sebagai Ketua Dewan Penasehat.

"Komposisi pemenangan Jokowi saya pikir sangat luar biasa, Jokowi ingin menggunakan kekuatan berlebih ingin menang total, Eric dan Jusuf Kalla juga merupakan konfigurasi yang ideal," ujar Rico kepada Republika.co.id, Jum’at (7/9).

Lebih lanjut Rico yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median) mengatakan dipilihnya Eric Thorir menambah dukungan bagi kubu tersebut dari tokoh-tokoh yang dekat dunia bisnis dan media. Eric juga dinilai merepresentasikan sosok yang dekat dengan umat muslim. Selain itu, pemilik klub sepak bola Inter Milan itu pun semakin familiar dimata publik setelah suksem mengomandoi perhelatan besar yakni Asian Games.

Sementara itu dipilihnya Jusuf Kalla, menurut Rico telah menepis anggapan adanya keretakan hubungan antara Jokowi dan JK. Komposisi Eric dan JK dalam tim sukses Jokowi-Ma’ruf bahkan diyakini akan menjadi pertimbangan kubu oposisi untuk membuat strategi yang berbeda. Terlebih setelah adanya sejumlah kepala daerah yang menyatakan dukungan bagi Jokowi-Ma’ruf, menurut Rico kubu perlu cara berbeda bagi kubu oposisi untuk melawan strategi yang diterapkan pejawat.

"Mereka komplit menguasai, jaringan media jaringan territorial daerah dikuasai Jokowi tinggal bagaimana kubu Prabowo kalau adu kuat saya pikir akan sulit," katanya..

Menurut Rico, kubu oposisi perlu menggerakan seluruh mesin patrai di daerah untuk bisa mendulang banyak suara. Tak hanya itu kekuatan sosial yang menjadi oposisi dapat dijadikan ujung tombak semisal gerakan #2019GantiPresiden bagi kubu Prabowo-Sandiaga Uno.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA