Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

UMM Jadi PTS Penerima Pendanaan PKM Terbanyak se-Indonesia

Kamis 06 May 2021 17:46 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Hiru Muhammad

Gedung Kuliah Bersama UMM.

Gedung Kuliah Bersama UMM.

Foto: Dokumen
Raihan ini tidak lepas dari strategi dan persiapan yang matang.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG--Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menduduki posisi pertama Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang memperoleh pendanaan terbanyak se-Indonesia. Selain itu, juga menjadi satu-satunya PTS yang berada di peringkat sepuluh besar. 

Koordinator Percepatan Prestasi Mahasiswa di Bidang Penalaran UMM, Henik Sukorini, menjelaskan raihan ini tidak lepas dari strategi dan persiapan yang matang. Salah satunya tentang menyeleksi judul sebelum penyusunan proposal yang dilakukan mahasiswa. Jika judulnya kurang menarik dan tidak terkini, maka akan ditolak.  "Namun tentu dengan memberikan motivasi agar mahasiswa mampu berpikir kritis dan kreatif,” jelasnya.

Henik menilai kunci utama keberhasilan UMM terdapat pada sinergitas. Kerja sama berbagai pihak menjadi satu alasan utama keberhasilan menghasilkan proposal PKM yang berkualitas. Strategi apapun yang disiapkan akan sia-sia jika tidak ada sinergitas yang terlaksana dengan baik.

Menurut Subeki, UMM selalu mendorong mahasiswanya untuk terus berinovasi dan berprestasi. Akan selalu ada apresiasi, baik dalam bentuk biaya pendidikan maupun konversi mata kuliah bagi mereka yang mampu mengharumkan nama kampus. Bahkan, UMM berusaha membantu publikasi dan hak paten karya mahasiswanya.“Nantinya juga bisa dikembangkan menjadi produk entrepreneur serta pengabdian masyarakat,” katanya.

Rektor UMM, Fauzan berpendapat raihan yang didapatkan UMM belum usai. Masih ada tahapan lain yang perlu disiapkan seperti meraih prestasi membanggakan di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). 

“Hasil positif ini merupakan kerja keras semua pihak, mulai dari mahasiswa hingga dosen pembimbing. Jadi proposal yang sudah lolos pendanaan memang perlu dipresiasi. Namun, meski begitu jangan sampai terlena karena perjalanan masih belum selesai,” ungkapnya dalam pesan resmi Kamis (6/5).

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA