Tuesday, 20 Zulqaidah 1440 / 23 July 2019

Tuesday, 20 Zulqaidah 1440 / 23 July 2019

Mahasiswa UMM Ciptakan Media Belajar Matematika Lewat Budaya

Senin 17 Jun 2019 16:32 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Yusuf Assidiq

 Mahasiswa UMM menciptakan inovasi media pembelajaran melalui budaya.

Mahasiswa UMM menciptakan inovasi media pembelajaran melalui budaya.

Foto: Dokumen.
Media pembelajaran ini diperuntukkan siswa kelas 7 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menciptakan inovasi pada media belajar. Kali ini, mereka fokus pada mata pelajaran matematika melalui budaya.

Matematika bagi sebagian orang menjadi salah satu pelajaran yang terhitung susah atau perlu ketelatenan untuk menguasainya. Menjawab tantangan ini, mahasiswa Program Studi (Prodi) Matematika, UMM, Riska Nur Rohmah, Westi Ayu Maulida Permata Sari, dan Dimas Galih Dwi Pangasta, menginisiasi media pembelajaran interaktif berbasis software komputer. 

Riska dan kedua kawannya, menggunakan metode Computer Assisted Instruction (CAI) untuk menciptakan inovasinya. Media pembelajaran tersebut dan diberi nama Mantri Caino. Mantri Caino sendiri berasal dari Mantri yakni mengobati dan mengatasi krisis pengetahuan budaya di Indonesia. "Caino diambil dari metode CAI dan No diambil dari Etno," ujar Riska.

Menurut Riska, media pembelajaran ini diperuntukkan siswa kelas 7 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Konten Mantri Caino pun beragam. Antara lain dari kompetensi inti, kompetensi dasar hingga indikator pencapaian.

Kemudian Mantri Caino juga dilengkapi dengan petunjuk penggunaan untuk mempermudah para siswa. “Kami juga menerapkan kurikulum 2013 pada Mantri Caino,” jelas Riska.

Selain itu, terdapat pula fitur drill and praktik berbasis etnomatematika. Konsep ini dapat membantu siswa mempelajari dan lebih memahami materi melalui budaya lokal dan nasional. Beberapa di antaranya dengan menampilkan budaya, adat, dan sejarah Indonesia.

"Melalui fitur tersebut, kita berusaha menghilangkan stigma bahwa matematika adalah pelajaran menyebalkan. Salah satu caranya dengan menyematkan sebuah gim," tambah dia.

Inovasi yang diciptakan dalam rangka penyusunan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini sudah pernah diujicobakan kepada siswa yang mengikuti program bimbingan belajar. Hasilnya, para siswa senang dan merasa lebih mudah memahami Matematika.

Selain belajar matematika, siswa dapat memperluas wawasan umum seperti sejarah dan kebudayaan. Untuk mengenalkan Mantri Caino lebih detail, mahasiswa bimbingan Agung Deddiliawan Ismail kni telah mempublikasikankannya melalui laman mantricaino.weebly.com dan Instagram @mantricaino. Ke depan, Riska dan kawan-kawan berharap mendapatkan respon baik masyarakat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA