Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Nadiem: Efektivitas PJJ Cenderung Menurun

Rabu 05 May 2021 20:22 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Agus Yulianto

Mendikbudristek, Nadiem Makarim.

Mendikbudristek, Nadiem Makarim.

Foto: istimewa
Konektivitas sinyal dan adanya siswa yang tak memiliki gawai masih jadi persoalan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Riset Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim menilai efektivitas pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) cenderung menurun. Menurutnya, hal tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara lain.

"Menurun di seluruh dunia saat pandemi ini melanda. Kita mengetahui ini karena ada berbagai macam laporan mengenai berbagai macam kendala yang dialami," kata Nadiem dalam acara Talkshow Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar PDI Perjuangan secara daring, Rabu (5/5). 

Masalah konektivitas sinyal dan masih adanya siswa yang memiliki tak gawai masih jadi persoalan PJJ di Indonesia. Padahal, dua hal tersebut adalah hal yang fundamental dalam pelaksanaan PJJ. 

"Sehingga, pelaksanaan PJJ pun di berbagai daerah sangat sulit dilakukan," ujarnya.

Nadiem menambahkan, PJJ juga memunculkan dampak psiko sosial kepada siswa. Selain memunculkan kebosanan dan kejenuhan di dalam rumah,  pihaknya mengevaluasi bahwa kondisi PJJ selama pandemi tidak dinamis. 

"Ini juga terjadi di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia. Juga peningkatan level stres daripada orang tua. Yang dengan kesibukannya juga harus membantu membimbing anaknya dalam proses pembelajaran jarak jauh," ucapnya.

Oleh karena itu, Nadiem mengatakan, bahwa pemerintah secara perlahan akan memulai kembali sekolah tatap muka. Pelaksanaan sekolah tatap muka tentunya dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. 

"Jadinya masuk sekolah, tidak ada ekstrakurikuler, dan tidak ke kantin. Masuk sekolah dan langsung pulang. Dan setengah dari kapasitas kelasnya itu tidak bisa di satu ruangan, di saat yang sama," katanya. 

"Di semua sekolah untuk melakukan tatap muka harus melakukan proses rotasi. Tentunya masker itu wajib. Fasilitas sanitasi juga wajib, checklist-nya juga sangat jelas gitu," katanya lagi. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA