Sunday, 19 Zulhijjah 1441 / 09 August 2020

Sunday, 19 Zulhijjah 1441 / 09 August 2020

Memahami Ilmu Biologi Bisa Lewat Sastra

Ahad 02 Aug 2020 16:23 WIB

Red: Irwan Kelana

Pembelajaran biologi tidak harus menggunakan metode praktikum, namun dapat melalui sastra biologi.

Pembelajaran biologi tidak harus menggunakan metode praktikum, namun dapat melalui sastra biologi.

Foto: Dok IPB University
Pembelajaran biologi tidak harus menggunakan metode praktikum.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University kembali menggelar webinar nasional Seri Pendalaman Biologi bagi guru biologi dan IPA serta masyarakat umum, Selasa (21/7).

Webinar kali ini menghadirkan Dr Ir Ence Darmo Jaya Supena, MS, dosen IPB University pada Divisi Fisiologi dan Genetika Tumbuhan Departemen Biologi sekaligus Ketua Perhimpunan Biologi Indonesia (PBI) Pusat.

Menurutnya, guru-guru akan lebih nyaman dan percaya diri bila lebih memahami dan meyakini materi yang diajarkan.

Lebih baik lagi bila dapat membuktikan kepada siswanya. Dengan mengambil topik biologi sel, Prof Ence mengajak peserta untuk memperdalam topik tersebut, khususnya mengenai totipotensi sel tumbuhan.

Dalam paparannya, Prof Ence menjelaskan secara mendalam mengenai teori sel modern hingga ciri sel sebagai makhluk hidup, beserta kaitannya dengan totipotensi sel. Totipotensi sel sendiri memiliki definisi kemampuan sel untuk berdiferensiasi membentuk semua tipe sel dalam organisme atau berkembang menjadi organisme utuh.

Ia menyebutkan, di kehidupan sehari-hari, totipotensi sel sering dimanfaatkan untuk produksi masal tanaman dengan teknik kultur sel dan jaringan in-vitro, misalnya pada budidaya pisang. Selain itu, telah dikembangkan juga teknik kultur mikrospora untuk industri agribisnis. Contohnya pada golongan Brassicaceae seperti pakcoy dan brokoli.

“Demostrasi teknik kultur jaringan pada siswa SMA tentu dapat dilakukan secara mudah dan murah, tidak perlu peralatan yang canggih. Kalaupun tidak bisa dengan model begitu, misalnya pada kasus perbanyakan anakan pisang, ada teknologi antara. Tidak langsung ke kultur jaringan, tapi kita tidak hanya mengandalkan hanya dari anakan, tapi membuat antara itu,” jelasnya dlam rilis yang diterima Republika.co.id.

Di samping itu, dalam kesempatan tersebut, Ade Suryanda, SPd, MSi, dosen Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Negeri Jakarta, juga menyampaikan bagaimana pembelajaran biologi secara jarak jauh untuk melatih kemampuan berpikir siswa.

Menurutnya, pembelajaran biologi tidak harus menggunakan metode praktikum, namun dapat melalui sastra biologi. “Dengan begitu, siswa dapat memahami materi bahkan hingga menemukan teori-teori baru bila digabungkan dengan praktikum rumahan dengan menggunakan material lokal,” ujarnya.

Ia menambahkan, tentunya, pembelajaran jarak jauh memerlukan fasilitas teknologi yang mumpuni juga, sehingga perlunya persiapan dan adaptasi baik oleh siswa maupun guru. Adapun tahapan pembelajaran jarak jauh ialah perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Selain itu, perencanaan praktikum dapat dilakukan dengan pembuatan panduan, video tutorial, kemudian membagikannya kepada siswa. “Terlebih lagi saat ini terdapat teknologi laboratorium virtual yang dapat diakses oleh siswa dimanapun dan kapanpun, sehingga pembelajaran akan lebih mudah,” tuturnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA