Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Ini Tanggapan Muhadjir Soal Nadiem yang Jabat Mendikbud

Rabu 23 Oct 2019 16:26 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Andi Nur Aminah

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat acara lepas jabatan Kemendikbud di Garaha Utama Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat acara lepas jabatan Kemendikbud di Garaha Utama Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Foto: Thoudy Badai
pemilihan Nadiem sebagai Mendikbud tentu menjadi bagian dari strategi Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, menjawab pertanyaan wartawan mengenai pandangannya soal sosok Nadiem Makarim yang kini menggantikannya. CEO Gojek tersebut memang dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjabat Mendikbud yang kini ikut mengurusi pendidikan tinggi.

Menurut Muhadjir, pemilihan Nadiem sebagai Mendikbud tentu menjadi bagian dari strategi Jokowi dalam membangun sektor pendidikan nasional. "Presiden seperti manajer sepakbola. Ketika melihat kondisi lapangan dan menetapkan strategi, ditentukan siapa pemainnya. Perubahan strategi diikuti perubahan pemain. Saat harus bertahan, dipasanglah pemain-pemain bertahan. Harus menyerang yang disiapkan tim yang menyerang," jelas Muhadjir usai mengikuti prosesi pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Rabu (23/10) siang.

Saat ditanya lagi apakah Nadiem masuk sosok yang menyerang atau bertahan, Muhadjir hanya membalas dengan senyum. "Itu wartawan yang menilailah," katanya singkat.

Baca Juga

Muhadjir Effendy kini 'bergeser' dari posisi sebagai Mendikbud menjadi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). Posisi Nadiem kini berada di bawah koordinasi Muhadjir.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA