Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Tim Indonesia Menangkan Kompetisi Robotik di AS

Jumat 19 Apr 2019 19:00 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Sistem Robotik, Ilustrasi

Sistem Robotik, Ilustrasi

Foto: AP Photo
Tim Indonesia diwakili oleh mahasiswa UMM.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim robotik Indonesia yang diwakili mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, berhasil meraih kemenangan dalam Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest di Trinity College Hartford, di Amerika Serikat (AS) pada 13-15 April 2019. Tim itu memenangkan dua jenis kategori, yaitu kategori Robot Berkaki (juara 1 dan 2) dan kategori Robot Beroda (juara 2).

"Kami sangat bangga dengan prestasi mahasiswa iniyang berhasil menjuarai kejuaraan dunia. Kami akan memberikan mereka penghargaan," ujar Direktur Kemahasiswaan, Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan(Belmawa) Kemenristekdikti, Didin Wahidin, Jumat (19/4).

Anggota Tim Robotika UMM itu terdiri ataslfan Achmadillah Fauzi sebagai perancang pemograman, Rohmansyah sebagai perakit perangkat keras, serta Ken Dedes Maria Khunty yang mengurusi bagian mekanik.

Tim dari UMM itu menyatakan kunci keberhasilan sebagai tim yang jadi juara dunia ialah koordinasi.

"Koordinasi itu harus,terutama dari mas Rohman dan mbak Ken di awal-awal itu harus sesuai dengan keputusan riset masing-masing," ujar seorang anggota tim, Achmadillah Fauzi.

Koordinasi itu, kata dia, menghasilkan setidaknya dua keunggulan yang menjadikan robotnya mampu menjungkalkan tim pesaing dari negara-negara lain, seperti Tiongkok yang menjadi saingan berat.

Keunggulan pertama mereka ialah soal dimensi robot yang cukup kecilshingga manuver di setiap ruangan dan rintangan dapat lebih akurat.

"Kita membandingkannya dengan di Indonesia, jadi di Indonesia itu rintangannya selalu rumit. Jadi untuk robot yang besar, itu selalu menabrak rintangan. Jadi oke, kita gimana caranya bikin robot kita sekecil mungkin," kata Fauzi.

Keunggulan kedua, kata dia, adalah soal robot berkaki yang memiliki tantangan kesulitan tersendiri dalam pergerakannya. Diperlukan waktu empat bulan untuk merakit robot pemadam kebakaran.

Di bulan-bulan awal, Tim Robotika UMM merancang desain dan riset sebaik mungkin sebelum mengeksekusi perancangan robot. Setelah itu mereka melakukan evaluasi dari robot yang telah dirancang, misalnya dalam urusan sensor.

Terakhir, menyusun pemrograman dan mematangkan keberhasilan robot yang mampu memadamkan api. "Algoritmanya, gerak robotnya, metode pemadamannya seperti apa, begitu. Yang paling susah itu di gas karena nyari alatnya juga susah. Kedua di algoritmanya susah," katanya.

Sebelum berangkat ke Amerika, Tim Robotika UMM ini menjadi juara I pada kategori Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) dalam gelaran Kontes Robot Indonesia (KRI) yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan, Belmawa.

Baca Juga

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA