Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Mahasiswa Kedokteran Indonesia Pecahkan Rekor MURI

Jumat 19 Apr 2019 00:52 WIB

Rep: Rahayu Subekti / Red: Gita Amanda

 Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) memecahkan rekor MURI.

Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) memecahkan rekor MURI.

Foto: ISMKI
ISMKI beri penyuluhan ke masyarakat dengan melibatkan 2.100 mahasiswa kedokteran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mahasiswa kedokteran yang tergabung dalam Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) pada April 2018 mengadakan program Bhakti 2018. Salah seorang penanggung jawab acara Bulan Bhakti 2018, Anthony Paulo Sunjaya, mengatakan acara tersebut membawa mahasiswa kedokteran tersebut memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada Februari 2019.

Anthony bersyukur dengan penghargaan tersebut atas kerja keras ISMKI dan seluruh mahasiswa fakultas kedokteran yang mendukung acara tersebut. “Ini berhasil memberikan dampak langsung kepada lebih dari 24 ribu masyarakat Indonesia,” kata Anthony dalam pernyataan tertulis yang diterima Republika.co.id, Kamis (18/4).

Dia menilai hal tersebut sejalan dengan filosofi kedokteran yang merupakan suatu bidang senantiasa berhubungan dengan kemanusiaan. Oleh karenanya, kata dia, ISMKI pada April 2018 memberikan penyuluhan kepada masyarakat.

Anthony mengatakan program tersebut didukung oleh mahasiswa kedokteran lebih dari 71 Fakultas Kedokteran di Indonesia dari Aceh, Papua, Kalimantan, dan Jakarta. “Ini semua dengan menghimpun lebih dari 2.100 mahasiswa kedokteran yang turun langsung ke masyarakat,” jelas Anthony.

Dia memastikan semua mahasiswa tersebut memberikan pembelajaran bagaimana cara hidup yang sehat. Terutama untuk mencegah penyakit-penyakit tidak menular seperti darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung.

Selama ini, acara yang sudah berlangsung beberapa tahun terakhir itu diharapkan dapat terus dilaksanakan. “Ini demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia demi Indonesia Sehat 2030 dan tercapainya target kesehatan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yang didengungkan oleh World Health Organization,” jelas Anthony.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA