Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Kemendikbud Terima Kunjungan Studi dari Nigeria

Rabu 27 Mar 2019 03:26 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Hasanul Rizqa

Logo Kemendikbud

Logo Kemendikbud

Para delegasi dari Nigeria mengagumi sistem dapodik Kemendikbud.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Data Pokok Pendidikan (Dapodik) menjadi daya tarik tersendiri bagi sejumlah utusan asal Nigeria. Mereka diketahui berkunjung dalam rangka mempelajari praktik-praktik layanan pendidikan dasar di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, Selasa (26/3).

Daya tarik tersebut terutama mengenai reliabilitas data. Misalnya, seputar jenjang pendidikan dasar dan menengah yang menggunakan data referensi tingkat nasional.

Baca Juga

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Hamid Muhammad menjelaskan, Dapodik merupakan suatu sistem pendataan yang dikelola oleh Kemendikbud. Isinya meliputi data satuan pendidikan, peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan. Sumbernya terus menerus diperbaharui secara daring.

"Perwakilan Nigeria mau belajar tentang pendidikan dasar, mereka ingin mengembangkan pendidikan nasional mereka sambil belajar mengenai isu-isu pendidikan yang mereka hadapi," ujar Hamid usai audiensi perwakilan Indonesia dengan perwakilan pendidikan Nigeria, seperti dirangkum rilis yang diterima Republika.co.id, Rabu (27/3).

Menurut Hamid, data referensi merupakan kekuatan dari reliabilitas data Dapodik yang berasal dari data referensi. Data referensi, berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No 79 Tahun 2015 tentang Dapodik, berupa data yang terverifikasi dan tervalidasi keabsahannya untuk memenuhi kualifikasi sebagai acuan yang terdiri atas referensi data wilayah, referensi data operasional dan referensi nomor identitas.

"Data pokok pendidikan, itu karena kita menganut standar dalam memberikan layanan pendidikan, jadi datanya berstandar, tim evaluasinya berstandar, kurikulum standar, maka semuanya standarisasi di pusat," ujarnya menjelaskan.

Hamid mengungkapkan, data yang dipusatkan itu berupa data referensi semisal nomor induk siswa nasional, nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan, nomor pokok sekolah nasional. "Jadi, referensinya dapat memudahkan koordinasi, dan tidak overlapping antara sekolah dengan madrasah, madrasah dengan madrasah, madrasah dengan clc, siswa dengan sekolah regular, dan madrasah," tutur dia.

Sementara itu, ketua dari delegasi perwakilan pendidikan Nigeria Olatunde Adetoyese Adekola mengatakan, aplikasi dapodik menarik sebab mendorong sekolah untuk memperbaharui data secara berkala bagi kebutuhan layanan pendidikan, khususnya jenjang pendidikan dasar. "Penerapan aplikasi ini sangat mendukung bagi Nigeria untuk menerapkan data layanan pendidikan yang reliable," ujarnya.

Kepala Pusat Data dan Statistika Pendidikan Kemendikbud, Bastari juga menjelaskan sumber data untuk Dapodik bukan terbatas bagi institusi Kemendikbud, tapi koordinasi antar kementerian. Dapodik ini, kata dia bukan hanya data yang berada di bawah naungan Kemendikbud, tapi dari kementerian lain.

Berbagai praktiknya mencakup layanan pendidikan bagi siswa termarjinalkan, penanangan peserta didik putus sekolah atau drop out, layanan pendidikan di wilayah terpencil (remote area), dan pengelolaan guru.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA