Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Kemendikbud Siap Laksanakan UN Pekan Depan

Kamis 21 Mar 2019 15:51 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Andi Nur Aminah

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Tahun ini, jumlah peserta UN meningkat sekitar 300 ribu menjadi 8,3 juta peserta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan Ujian Nasional (UN) tahun 2019 siap digelar pada Maret sampai Mei 2019. Tahun ini, jumlah peserta UN meningkat sekitar 300 ribu menjadi 8,3 juta peserta didik dengan 103 satuan pendidikan.

Baca Juga

"Penyelenggaraan UN tahun ini dimulai dengan SMK dulu. Dimulai 25 Maret untuk SMK, diakhiri 21 Mei yaitu ujian nasional susulan untuk siswa paket B," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (21/3).

Muhadjir mengatakan, secara prinsip tidak ada perubahan kebijakan UN dibandingkan dengan yang sudah dilaksanakan tahun lalu. Komposisi soal, kata Muhadjir juga disusun sama seperti UN yang diselenggarakan pada tahun 2018 lalu.

Adapun persentase peserta yang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sebanyak 91 persen dan sisanya sebanyak 9 persen menjalankan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNPK). "Dibandingkan dengan tahun lalu meningkat 1,2 juta atau kenaikannya sekitar 13 persen," kata Muhadjir menambahkan.

Ia mengatakan, Kemendikbud melibatkan banyak pihak untuk menjamin UN semakin kredibel. Terutama dalam UNBK yang dari segi hasil tes tingkat integritasnya tinggi karena dilakukan menggunakan komputer dengan kunci jawaban yang terjaga di Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud.

Lebih lanjut ia mengatakan, karena saat ini persentase dilakukan UNPK sebanyak 9 persen, maka pengawasan akan lebih fokus. "Sehingga saya yakin meskipun masih dalam berbentuk kertas pun para peserta nyaman dan tidak dibebani oleh prasangka," kata dia lagi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA