Monday, 22 Ramadhan 1440 / 27 May 2019

Monday, 22 Ramadhan 1440 / 27 May 2019

Santri NFBS Bogor Sukses Tasmi’ 3 Juz

Jumat 08 Dec 2017 20:11 WIB

Red: Irwan Kelana

Para santri SMAIT Nurul Fikri Boarding School Bogor melaksanakan tasmi' tiga juz.

Para santri SMAIT Nurul Fikri Boarding School Bogor melaksanakan tasmi' tiga juz.

Foto: Dok NF

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Hafia Wafda, salah satu orang santri putri SMAIT Nurul Fikri Boarding School Bogor, Jawa Barat,  berhasil melaksanakan tasmi’ tiga  juz. Ia adalah santri pertama di NFBS Bogor yang berhasil menyelesaikan hafalan juz 28, 29, dan 30 dalam waktu lima bulan.

Tasmi’ yang berlangsung selama 90 menit itu dilaksananakan di ruang terbuka pada malam hari setelah salat Magrib dan Isya. Seluruh santri tholibah menyimak hafalan Fia dengan khidmat,” kata Kepala Kepesantrenan NFBS Bogor, Ustaz Hapid  MSi dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Jumat (8/12).

Ia mengemukakan, tasmi’ juz merupakan sebuah program yang dilaksanakan oleh Divisi Tahfizh di NFBS Bogor kepada para santri yang telah menyelesaikan hafalannya. Sampai saat ini sudah ada tujuh  santri putri dan 16 santri putra yang telah mentasmi’kan hafalannya.

Setelah selesai tasmi’, santri juga mendapatkan apresiasi dari pesantren dengan diberikan hadiah. “Para santri yang telah mengikuti tasmi’ nantinya akan mengikuti wisuda Alquran dan mendapat sertifikat,” ujarnya.

Hapid menambahkan, sebagai calon pemimpin masa depan, para santri NFBS harus dilatih agar mampu menjadikan Islam sebagai rahmatan lil'alamin. Oleh karena itu, selain diberikan berbagai media latihan problem solving, critical thinking, dan kreatif, santri juga diberikan bekal pemahaman keislaman yang baik.

“Dengan demikian, kami berharap ke depan,  santri dapat memberikan solusi bagi berbagai permasalahan bangsa berdasarkan kaidah dan prinsip Islam,” tuturnya.

Kegiatan tahfizh di NFBS Bogor dilaksanakan setiap setelah Subuh dan Isya setiap harinya. “Masing-masing santri ditargetkan agar dapat menghafal sebanyak 150 baris dalam satu semester,” ungkapnya.

Para santri didorong untuk tidak hanya mampu menambah hafalan tiga  juz selama tiga tahun. “Tetapi juga mampu memahami kandungan dan makna serta mampu mendapatkan inspirasi dari ayat-ayat yang mereka pelajari agar dapat memberikan kebermanfaatan bagi kehidupan manusia,”  papar Hapid.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA