Selasa, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

Selasa, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

'Full Day School di Jakarta tak Pernah Bermasalah'

Rabu 30 Agu 2017 14:10 WIB

Red: Esthi Maharani

Para siswa-siswi SD saat mengikuti upacara bendera di Sekolah SDN 13 Grogol Selatan, Jakarta, Senin (14/8).

Para siswa-siswi SD saat mengikuti upacara bendera di Sekolah SDN 13 Grogol Selatan, Jakarta, Senin (14/8).

Foto: Mahmud Muhyidin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Ardianto mengatakan penerapan program lima hari sekolah di Ibu Kota yang telah dilakukan sejak 2009 tidak pernah bermasalah. "Berkaitan program lima hari sekolah, DKI sudah sejak 2009, efek lima hari sekolah tidak pernah ada masalah," kata Sopan dalam diskusi "Tantangan dan Peluang Lima Hari Sekolah" di Jakarta, Rabu (30/8).

Sopan menjelaskan ketika banyak perbincangan pro dan kontra terkait program lima hari sekolah yang dicanangkan pemerintah, pendidikan di DKI Jakarta yang sudah menerapkannya sejak 2009 tetap baik-baik saja.

"Di DKI Jakarta tidak pernah ada komplain, apalagi dari guru, kepala sekolah, berterima kasih, hari sabtu bisa kumpul. Rata-rata orang tua menjadikan Sabtu Minggu ini momen kumpul dengan keluarga, menggalang harmoni di rumah tangga," kata Sopan.

Dia menjelaskan Dinas Pendidikan DKI Jakarta lebih fokus pada bagaimana cara mengisi kegiatan di program lima hari sekolah. Sopan mencontohkan beberapa sekolah di DKI yang memanfaatkan jam belajar pada program lima hari sekolah untuk kunjungan ke berbagai tempat untuk pembelajaran di luar kelas.

Dia memberi contoh beberapa sekolah yang melakukan kunjungan ke kantor pemerintah seperti Dinas Pertamanan, Dinas Perikanan, dan juga stadion balap sepeda atau velodrome untuk kegiatan pendidikan di luar sekolah. Namun Sopan menekankan bahwa tidak seluruh sekolah di DKI Jakarta yang menerapkan program lima hari sekolah dikarenakan masih ada sekolah yang jam mulai belajarnya pagi dan siang.

"Tidak seluruhnya memanfaatkan lima hari, karena di DKI masih ada sekolah 'double shift', pagi sampai siang, dan siang sampai sore," kata Sopan.

Dia merinci hanya tingkat SMA dan SMK yang sudah menerapkan program lima hari sekolah secara keseluruhan. Sementara untuk SD dan SMP masih belum seluruhnya diterapkan. Sopan juga memberi catatan penerapan kurikulum di DKI Jakarta juga tidak seluruhnya seragam, melainkan masih menerapkan konsep kurikulum 2006 dan kurikulum 2013.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA