Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Jokowi Minta Sekolah Tingkatkan Keterampilan Siswa

Kamis 02 Feb 2017 16:34 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Bayu Hermawan

Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar pendidikan pelatihan keterampilan siswa lebih ditingkatkan. Sehingga, dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dan juga daya saingnya.

Jokowi mengatakan, sebanyak 42 persen tenaga kerja Indonesia merupakan lulusan sekolah dasar (SD), 66 persen lulusan SD-SMP, dan 82 persen merupakan lulusan SD-SMP-SMA-SMK. Sayangnya, kondisi sarana untuk menunjang pelatihan dan ketrampilan siswa di sekolah sudah tak sesuai dengan zamannya.

"Oleh sebab itu, harus ada sebuah percepatan agar bisa mengupgrade, memperbaiki level mereka dalam hal skill," kata Jokowi saat menghadiri Konferensi Forum Rektor Indonesia 2017 di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (2/2).

Selain itu, menurut Jokowi, masih banyak guru normatif yang mendidik siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Seharusnya mayoritas pendidik di SMK merupakan guru yang dapat memberikan pelatihan-pelatihan bagi siswanya.

"Di SMK itu mestinya bukan kayak SMA dan yang saya lihat di SMK hampir mirip-mirip dengan SMA. Padahal mestinya di situ 70-80 persen adalah guru-guru pelatih yang bisa melatih hal-hal yang berkaitan dengan garmen yang berkaitan dengan assembling otomotif misalnya atau yang bisa menjalankan mesin-mesin CNC," ujarnya.

Tak hanya itu, Presiden pun menyoroti kejuruan-kejuruan yang ada di SMK. Menurut dia, jurusan-jurusan di SMK haruslah sesuai dengan zaman dan kebutuhan. Sehingga para siswa lebih memiliki keterampilan yang berdaya saing. Karena itu, sekolah-sekolah kejuruan maupun universitas harus berani membuka jurusan-jurusan yang baru. Ia pun kemudian mencontohkan perlu adanya jurusan baru yang terkait dengan bisnis online.

"Padahal dunia sudah berubah cepat sekali, mestinya jurusannya misalnya jurusan mengenai jaringan, mempelajari mengenai jaringan IT, misalnya membuat video blog, membuat aplikasi-aplikasi, jurusan aplikasi, animasi yang in. Di universitas misalnya juga harus mulai berani mengubah hal-hal yang berkaitan dengan jurusan," katanya.

Hal ini pun menjadi tugas perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia dan juga menyiapkan sumber daya manusia sehingga dapat bersaing dengan negara lain. Jokowi pun mengatakan, perlunya pemetaan kekuatan masyarakat Indonesia yang dapat dikembangkan, salah satunya yakni di bidang seni budaya yang dapat menjadi potensi ekonomi pariwisata.

"Kita mau cari tarian apa pun dari Sabang sampai Merauke mungkin dikumpulkan lebih dari 10 ribu atau 15 ribu ada mungkin macam-macamnya. Dan ini kekuatan menurut saya," kata Jokowi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA