Selasa, 12 Rajab 1440 / 19 Maret 2019

Selasa, 12 Rajab 1440 / 19 Maret 2019

Ar Risalah Didukung Jadi Kampus Asia Tenggara

Sabtu 23 Feb 2019 08:16 WIB

Red: Irwan Kelana

Wakil Rektor Universitas Fatoni Thailand, Prof Dr  Sukree Langputeh mengunjungi kampus Perguruan Islam Ar Risalah Padang, Sumatera Barat.

Wakil Rektor Universitas Fatoni Thailand, Prof Dr Sukree Langputeh mengunjungi kampus Perguruan Islam Ar Risalah Padang, Sumatera Barat.

Foto: Dok Ar Risalah
Target Ar Risalah lima tahun ke depan menjadi kampus Asean.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Perguruan Islam Ar Risalah, Padang, Sumatera Barat didorong untuk mengembangkan kampus bertaraf Asia Tenggara. Hal tersebut mengingat berbagai kemajuan yang sudah dicapai Ar Risalah dan peminatnya sudah semakin luas hingga Asia Tenggara. Ar Risalah diminta menyiapkan sarana dan program yang diperlukan agar siap menampung para siswa dari berbagai negara.

Tawaran tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Rektor Universitas Fatoni Thailand, Prof Dr  Sukree Langputeh dalam pertemuannya dengan pengurus Yayasan Waqaf Ar Risalah dan komite Perguruan Islam Ar Risalah di Padang, Rabu (20/2). Ia bahkan menyatakan siap mempromosikan program beasiswa Pesantren Ar Risalah ke seluruh negara Asean. 

"Kita melihat perkembangan Ar Risalah sangat bagus, baik dari model pendidikan, capaian maupun peminatnya. Untuk ke depan kita mendorong Ar Risalah menjadi kampus Asean saja. Silahkan disiapkan program scholarship untuk anak-anak muslim Asia Tenggara, serta metode belajar dengan pengantar bahasa Inggris atau Arab. Untuk promosi saya siap membantu," terangnya seperti dikutip dalam rilis Ar Risalah yang diterima Republika.co,id, Sabtu (23/2).

Sukree menilai program scholarship cukup efektif dalam menyebarkan pendidikan dan dakwah Islam, terutama di daerah-daerah yang terpencil dan minoritas Muslim. 

"Kami di Thailand sudah mencobakan program ini. Kami membangun universitas dengan dana wakaf. Lalu mengundang pelajar-pelajar Muslim dari negara-negara Asean dan memberikan beasiswa untuk mereka. Alhamdulillah, setelah selesai belajar mereka kembali dan menjadi pendakwah di kampung halamannya. Kami yakin Ar Risalah yang juga dikelola dengan dana wakaf akan mampu mewujudkan ini," papar wakil rektor Universitas Fatoni bidang hubungan luar negeri tersebut. 

Tawaran tersebut disambut baik oleh Ketua Komite Perguruan Islam Ar Risalah, Prof Dr   Elfindri. Ia mengatakan tawaran tersebut sejalan dengan wacana internasionalisasi Ar Risalah yang menjadi target jangka panjang perguruan. Namun untuk mewujudkan hal tersebut akan dilakukan secara bertahap. 

"Program Internasionalisasi Ar Risalah memang menjadi cita-cita kami. Insya Allah pada 2019 ini kita mulai berbenah. Target kami dalam jangka lima  tahun ke depan adalah menuju kampus Asean. Berikutnya kita lanjutkan menjadi Asean plus tiga  negara, dan seterusnya," ungkapnya. 

Ia menjelaskan, selama dua tahun terakhir Perguruan Islam Ar Risalah menerima peserta didik dari Thailand dan Malaysia. Untuk tahun ajaran 2019 - 2020 sudah mendaftar sebanyak 9 orang calon pelajar asal Thailand, 1 orang dari Malaysia dan 2 dari Kamboja. Ke depannya Ar Risalah akan terus mengembangkan berbagai sarana pendukung terwujudnya misi menjadi 'center of excellence'. 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA