Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Filsafat Dinilai Cocok Hadapi Era Revolusi Industri 4.0

Jumat 15 Feb 2019 23:08 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Era musik digital. Ilustrasi

Era musik digital. Ilustrasi

Foto: Reuters
sudah seharusnya budi pekerti kebaikan dihidupkan kembali, ditanamkan sejak usia dini

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA— Filsafat merupakan renungan tentang kebenaran yang membentuk karakter manusia yang harmonis. Hal ini sangat relevan diterapkan pada era masyarakat 4.0 yang penuh dengan keharmonisan.

Pernyataan ini disampaikan Rektor Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) Prof Dr Rudy Harjanto.

“Ini  seperti yang dikemukakan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe," ujar Rudy di Jakarta, Jumat (15/2).

Dia menjelaskan era Revolusi Industri 4.0 dengan ciri-ciri berkembangnya internet, teknologi baru dalam ilmu data, kecerdasan buatan, dan teknologi nano, mesti diawali oleh manusia dalam masyarakat yang santun penuh keseimbangan. Manusia senantiasa berubah, berkembang menyesuaikan diri kepada perubahan yang ada.

"Apalagi saat ini, ada sebagian orang berbicara sewenang-wenang dan dengan perkembangan teknologi dengan mudah menyebar, serta mudah memicu gejolak ketegangan," katanya.

Menurut dia, sudah seharusnya budi pekerti kebaikan dihidupkan kembali, ditanamkan sejak usia dini, sehingga karakter keseimbangan diri mengemuka dalam individu dan kelompok masyarakat.

"Dengan demikian, keharmonisan kehidupan masyarakat terbangun dari keluarga, kelompok, mengimbas kepada masyarakat bangsa mencapai masyarakat dunia, yang telah terangkai dengan jaringan komunikasi digital," ujar dia.

Sebelumnya, Rudy meluncurkan buku yang berjudul Filsafat Kehidupan dalam Perspektif Tao Te Ching Lao Tsu. Buku itu menandai diluncurkannya sebuah khasanah literatur filsafat Timur yang saat ini masih langka.

Tao Te Ching dapat diartikan sebagai "Jalan Kebajikan", diperkenalkan pada  450 SM oleh pujangga Lao Tzu. Tao antara lain mengajarkan pemahaman bahwa "hidup dan mati, lahir dan berkembang bersama".

Dekan Fakultas Filsafat UGM Dr Arqom Kuswanjono mengatakan nilai-nilai agama seperti cinta, kerendahan hati, kesederhanaan ada pada Tao. Taoism menunjukkan jalan yang harus ditempuh mahluk mengikuti hukum alam, yaitu keserasian, keharmonisan hidup dengan lingkungannya. 

 

 

 

 

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA