Rabu 16 Jan 2019 16:17 WIB

Pemkot Surabaya Berencana Bangun SMA Swasta Gratis

Sekolah itu untuk menampung siswa miskin dan anak-anak putus sekolah

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani
Tri Rismaharini
Foto: ROL
Tri Rismaharini

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana membangun SMA swasta gratis untuk menampung siswa miskin, anak-anak putus sekolah, maupun anak-anak yang terancam putus sekolah. SMA swasta tersebut rencananya didesain kualitasnya hampir sama dengan SMK, yang banyak pelatihannya.

“SMA swasta ini, kualitasnya seperti SMK. Nanti kita banyak pelatihan-pelatihan, sehingga kalau mereka sudah selesai sekolah di situ, maka mereka siap bekerja,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya, Rabu (16/1).

Selain itu, mereka juga akan diberikan sertifikat-sertifikat pelatihan yang menjadi tanda sudah menguasai keterampilan tertentu. Melalui cara ini, diharapkan mereka akan lebih siap dan layak untuk bekerja usai lulus sekolah.

“Nanti fasilitasnya ada laboratorium-laboratorium, seperti ada bengkel, misalnya mereka juga fokus di bangunan, nanti ada laboratorium bangunan. Jadi, yang kita perkuat nanti justru laboratoriumnya,” ujar Risma.

Menurut Risma, rencananya sekolah ini nanti akan menempati eks Kantor Kelurahan Dukuh Pakis. Lokasi tersebut dipilih karena sangat luas dan merupakan bangunan dua lantai, sehingga bangunan yang ada tinggal difungsikan.

“Regulasinya akan kita matangkan dulu supaya benar-benar siap untuk digunakan,” ujar perempuan kelahiran Kediri tersebut.

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga menjelaskan, untuk membangun sekolah swasta yang gratis ini, Pemkot Surabaya akan menggandeng BUMN, BUMD, dan pihak swasta. Tujuan utamanya untuk membantu anak-anak Surabaya yang kurang mampu. “Nanti kita hanya bikin satu sekolah saja,” katanya.

Selain berbagai fasilitas itu, Risma juga memastikan akan menyiapkan transport para siswa ini untuk pulang pergi ke sekolah. Harapannya, mereka tidak dibebani masalah transport sehingga nyaman dan bisa fokus hanya untuk sekolah mempersiapkan masa depannya. “Jadi, ini muaranya hanya untuk kesejahteraan warga Surabaya,” katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement