Senin, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Senin, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Guru Perlu Ubah Metode Pengajaran Bahasa Indonesia

Senin 29 Okt 2018 17:58 WIB

Red: Esthi Maharani

Aku cinta Bahasa Indonesia.

Aku cinta Bahasa Indonesia.

Pelajaran Bahasa Indonesia jangan dihapal

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menilai guru perlu mengubah metode pengajaran Bahasa Indonesia di kelas. "Pelajaran Bahasa Indonesia jangan dihapal, tapi bagaimana cara menggunakan bahasa itu," ujar Kepala Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud, Prof Emi Emilia, dalam Kongres Bahasa Indonesia XI di Jakarta, Senin (29/10).

Menurut Profesor Emi Emilia, murid terlebih dahulu jangan diajari kata kerja atau kerja benda. Tapi bagaimana cara menggunakan Bahasa Indonesia dalam mengekspresikan atau menjelaskan sesuatu.  Dalam hal ini, guru memegang peranan penting.

"Perlunya adanya peningkatan pola ajar Bahasa Indonesia yang baik".

Emi menambahkan saat ini pihaknya melakukan internasionalisasi Bahasa Indonesia dengan mengajarkannya di 27 negara. Setiap tahun, pihaknya mengirim 200 guru Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Tak hanya itu, pihaknya juga merekrut guru lokal yang menguasai Bahasa Indonesia.

"Guru lokal lebih hemat dibandingkan kita mengirimnya dari sini, karena kita gak perlu menyediakan tempat tinggal, visa dan lainnya," papar dia.

Kongres Bahasa Indonesia XI Tahun 2018 menghadirkan 27 orang pembicara kunci dan undangan, serta 72 pemakalah seleksi yang berasal dari dalam dan luar negeri. Peserta yang akan mengikuti kongres tersebut berjumlah 1.031 orang yang terdiri atas para pemangku kepentingan, seperti pejabat publik, akademisi, budayawan, tokoh pegiat, pakar, guru, praktisi/pemerhati bahasa dan sastra Indonesia serta daerah, serta para tamu undangan.

Ada sembilan subtema yang dikembangkan dari tema besar itu, yaitu pendidikan bahasa dan sastra Indonesia,  pengutamaan Bahasa Indonesia di ruang publik,  bahasa, sastra, dan teknologi informasi, ragam bahasa dan sastra dalam berbagai ranah kehidupan, pemetaan dan kajian bahasa dan sastra daerah.

Selain itu,  pengelolaan bahasa dan sastra daerah,  bahasa, sastra, dan kekuatan kultural bangsa Indonesia, bahasa dan sastra untuk strategi dan diplomasi, dan politik dan perencanaan bahasa dan sastra.

Pada Kongres Bahasa Indonesia XI akan diluncurkan beberapa produk kebahasaan dan kesastraan, yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia Braille, buku Bahasa dan Peta Bahasa, Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Daring, Korpus Indonesia, Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Daring, buku Sastrawan Berkarya di Daerah 3T, 546 buah buku bahan bacaan literasi, Kamus Vokasi, Kamus Bidang Ilmu, dan Aplikasi Senarai Padanan Istilah Asing (SPAI).

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES