Jumat, 10 Safar 1440 / 19 Oktober 2018

Jumat, 10 Safar 1440 / 19 Oktober 2018

Cegah Bullying, Kurikulum Karakakter Perlu Diperkuat

Rabu 12 Sep 2018 07:56 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Esthi Maharani

Bullying (ilustrasi)

Bullying (ilustrasi)

Foto: neighborhoodlink.com
Perlu memperkuat kompetensi inti dari kurikulum 2013 yaitu learning and empowerment

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Beberapa waktu lalu, Kota Bandung dihebohkan dengan kasus bullying atau perundungan yang terjadi pada siswa sekolah dasar (SD). Banyak pihak yang menyayangkan terjadinya bullying pada anak-anak.

Ketua Yayasan Cendikia Muda, Reyhanani Bahar menilai perlu adanya aturan penekanan kurikulum berbasis karakter yang diperkuat di sekolah-sekolah. Hal ini diyakininya dapat mencegah kasus bullying.

Reyhanani mengimbau pemerintah Kota Bandung serta komisi D DPRD Kota Bandung untuk membuat peraturan menginisiasi ide kepada dinas pendidikan kota Bandung untuk menguatkan kompetensi inti dari kurikulum 2013 yaitu learning and empowerment yang terdiri dari bidang akademik, psikologis atau spiritual dan fisik.

"Pada umumnya yang dikuatkan bidang fisik sehingga psikologis atau spiritual kurang terpantau akibatnya sekolah tidak sehat secara psikologis atau spiritual," katanya dalam siaran pers yang diterima Republika, Selasa (11/9).

Ia mengatakan civitas akademika khususnya guru juga harus menjadi role model bagi siswanya. Role model ini sebagai acuan atau panutan bagi guru agar didalam proses mengajar.

"Bila akhlaq guru baik maka dapat dijadikan contoh bagi murid yang melihat," ujarnya

Menurutnya, kasus bullying yang marak terjadi di sekolah dasar akibat suatu kondisi dimana tidak terpantau oleh sekolah ataupun juga oleh civitas akademika. Korban bullying cenderung tertutup dan menyembunyikan kasus tersebut, peran orangtua sangat berperan penting dalam pembentukan karakter pribadi anak.

Selain itu, tambahnya, perilaku bullying kemungkinan juga berasal dari rumahnya sehingga perlu adanya intropeksi. Orangtua tentunya peka terhadap prilaku anak dan pembelajaran disekolah, sebab sekolah bukanlah bengkel tapi lingkungan sekolah tidak bisa instan merubah karakter anak.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES