Sabtu, 8 Rabiul Akhir 1440 / 15 Desember 2018

Sabtu, 8 Rabiul Akhir 1440 / 15 Desember 2018

Kemendkbud Luncurkan Laman Promosi Budaya Indonesia

Senin 20 Agu 2018 11:47 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Dwi Murdaningsih

Indonesia turut tampil di perhelatan Parade Budaya di National Multicultural Festival (NMF) 2018 di Canberra.

Indonesia turut tampil di perhelatan Parade Budaya di National Multicultural Festival (NMF) 2018 di Canberra.

Foto: KBRI Canberra
Laman Diversity.id digunakan untuk diplomasi budaya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI meluncurkan laman web baru Diversity.id dan majalah budaya Indonesiana pada Senin (20/8). Peluncuran itu didedikasikan khusus untuk kanal diplomasi budaya dan sarana komunikasi pemajuan kebudayaan.

Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan, laman web dan majalah tersebut sebagai bagian dari publikasi dan promosi budaya. Mengingat, Indonesia memiliki budaya dan bahasa yang sangat beragam.

"Diversity ini lebih dari sekedar mempublikasikan, ini adalah upaya kita memperkuat narasi bidang kebudayaan," kata Hilmar saat peluncuran diversity.id di Gedung A Kemendikbud Jakarta, Senin (20/8).

Melahirkan Generasi Cerdas Digital

Hilmar menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan publik akan kanal khusus diplomasi budaya Indonesia, pihaknya menggunakan berbagai sarana media efektif yang tersedia dengan mempertimbangkan teknologi yang ada, serta memilih bentuk kemasan media yang cocok dikonsumsi warga milenial.

Maka, website Diversity pun dikemas berbentuk online yang isinya diperbarui secara reguler dan terus-menerus. Hilmar Farid menjelaskan, UUD 1945 Pasal 32 telah mengamanatkan agar pemerintah memajukan kebudayaan nasional serta menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan memanfaatkan budayanya. Untuk itu, pada 27 April 2017 pemerintah bersama DPR melahirkan UU No.5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

"Dan Website Diversity.id dan majalah Indonesiana pun diterbitkan sebagai sarana untuk mengkomunikasikan pelaksanaan UU pemajuan kebudayaan ini," kata dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES