Thursday, 7 Rabiul Awwal 1440 / 15 November 2018

Thursday, 7 Rabiul Awwal 1440 / 15 November 2018

UMY: Manusia dan Robot Dapat Berkolaborasi Untuk Masa Depan

Selasa 10 Jul 2018 22:20 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Ketua Panita Pelaksana Kontes Robot Indonesia (KRI) 2018, Sri Atmaja P Rosyidi, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan AIK Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Hilman Latief  dan Ketua Dewan Juri KRI 2018, Wahidin Wahab saat pemaparan terkait kegiatan KRI dalam konferensi pers di UMY pada Senin (9/7).

Ketua Panita Pelaksana Kontes Robot Indonesia (KRI) 2018, Sri Atmaja P Rosyidi, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan AIK Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Hilman Latief dan Ketua Dewan Juri KRI 2018, Wahidin Wahab saat pemaparan terkait kegiatan KRI dalam konferensi pers di UMY pada Senin (9/7).

Foto: Republika/Eric Iskandarsjah Z
Dalam era industri 4.0 robot berperan menggantikan tugas manusia

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Universitas Muhammadiyah Yoogyakarta (UMY) kembali mendapatkan amanah sebagai tuan rumah kegiatan Kontes Robot Indonesia (KRI) Nasional. Diantara rangkaian kegiatan KRI 2018 tersebut, diselenggarakan pula acara The Indonesian Symposium on Robotic Systems and Control (ISRSC), pada Selasa (10/7), di gedung kembar KH Ibrahim UMY dengan mengahadirkan dua orang pembicara kunci yaitu Dr Adha Imam Cahyadi, ST, Master of Enginering Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Widhi Krisna kusuma dari PT ABB Sakti Industri Robotics.

“Robotika sangat diperlukan di masa depan,” ujar Widi Krisna Kusuma dalam penyampaian presentasinya. Ia mengatakan bahwa dalam dunia industri, robot memegang peran yang penting untuk membantu manusia, sehingga manusia tidak perlu lagi melakukan kegiatan atau pekerjaan yang beresiko fatal bagi kelangsungan hidupnya.

Seperti melakukan pekerjaan berat dengan tingkat keamanan yang minim dan beresiko tinggi. Hal ini sudah diterapkan di perusahaan-perusahaan industri yang sekarang mulai banyak menggunakan jasa robot dalam proses pekerjaan mereka.

“Masa depan itu saat ini, oleh karena itu para peserta KRI penggiat robotic harus punya semangat untuk berkolaborasi dengan dunia digital. Saya juga berharap agar manusia bisa berkolaborasi dengan robot, bukan robot menggantikan manusia,” paparnya lagi.

Sementara itu Adha Imam Cahyadi menambahkan dalam age of automation zaman sekarang ini jumlah pekerja akan semakin berkurang hingga 85 persen. Sebab dalam era industri 4.0, robot akan berperan dalam menggantikan tugas manusia, sehingga dapat menjangkau area yang luas dan efisien. 

Walaupun begitu ia berpesan bahwa kita harus ikut berkontribusi dalam kemajuan ini. “Dalam revolusi industri 4.0 kita jangan hanya jadi penonton namun harus menjadi pelaku,” kata dia.

Kegiatan ISRSC ini merupakan kesempatan bagi komunitas akademik, peneliti dan industri di bidang ilmu robotika seluruh Indonesia untuk bertemu dan saling berdisukusi dalam berbagai potensi. Oleh karena itu acara yang dihadiri oleh peserta dan juri dari KRI Nasional ini, juga dilakukan kegiatan presentasi paper atau makalah dari para mahasiswa, peneliti dan penggiat di bidang robotika.

Seluruh peserta Kontes Robot Sepak Bola Indoonesia (KSBI Humanoid dan KRSBI Beroda) yang bertanding di Kontes Robot Indonesia tingkat Nasional juga melakukan presentasinya dalam simposium ini yang di-review oleh tim ahli berdasarkan kriteria originality, significance, quality, dan clarity. Makalah yang lolos review dan di presentasikan dalam symposium akan dimuat dalam prosiding ISRSC.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA