Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Forum Rektor Respons UN Dipertimbangkan Jadi Syarat Lulus

Senin 07 May 2018 08:08 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Ratna Puspita

Siswa-siswi mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). (Ilustrasi)

Siswa-siswi mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). (Ilustrasi)

Foto: Republika/ Yasin Habibi
Pemerintah sebaiknya fokus meningkatkan mutu pembalajaran di sekolah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Forum Rektor Indonesia (FRI) turut menyoroti pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajdir Effendy yang akan mempertimbangkan Ujian Nasional (UN) menjadi syarat kelulusan siswa lagi. Dewan Pembina FRI Prof Suyatno menyarankan, semestinya pemerintah fokus pada peningkatan mutu dan perbaikan proses pembelajaran di sekolah.

"Mulai dari gurunya, kurikulum diperbarui, dan fasilitasnya dimaksimalkan. Saya rasa tiga hal itu harus menjadi utama fokus pemerintah," kata Suyatno kepada Republika, Ahad (6/5).

Sebab, menurut Suyatno, jika proses pembelajaran di Indonesia sudah baik maka capaian dalam ujian nasional atau lainnya pun akan baik pula. Begitupun sebaliknya.

Dia menilai, seandainya UN dikembalikan menjadi syarat kelulusan, tidak akan memberi solusi bagi masalah pendidikan di Indonesia. Sebab, kemungkinan besar nanti siswa hanya akan terfokus pada pelajaran yang diujikan.

Dia mengatakan hal ini terjadi saat UN jadi syarat kelulusan beberapa tahun lalu. Kala itu, dia menuturkan pelajaran lain yang tidak diujikan cenderung diabaikan siswa.
"Itu memang dilema. Jadi ya kuncinya proses pendidikan di sekolah kita sudah bagus atau belum," kata Suyatno yang juga menjabat sebagai rektor UHAMKA.

Sebelumnya, Mendikbud Muhadjir Effendy akan mempertimbangkan Ujian Nasional (UN) menjadi syarat kelulusan siswa lagi. Pertimbangan tersebut digulirkan oleh Mendikbud sebagai respons atas menurunnya nilai UN dalam skala nasional pada tahun 2018.

"Bisa saja (UN jadi pertimbangan kelulusan), Itu kita evaluasi nanti," kata Muhadjir di Jakarta, Jumat (4/5).

Muhadjir menerangkan, sebenarnya ada beberapa faktor mengapa nilai UN tahun ini cenderung menurun. Salah satunya, kata dia, kemungkinan besar bermula dari motivasi siswa yang cenderung tidak serius dalam mengerjakan soal UN.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA