Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

SMPIT Nurul Fikri Bogor Menang Lomba Robotik Nasional

Rabu 25 Apr 2018 08:42 WIB

Red: Irwan Kelana

Para pemenang lomba robot tingkat nasional 2018.

Para pemenang lomba robot tingkat nasional 2018.

Foto: Dok NF
Lomba tersebut sangat bagus untuk mengembangkan High Order Thinking Skills (HOTS).

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- SMPIT Nurul Fikri Boarding School Bogor kembali menorehkan tinta emasnya di lomba robotik tingkat nasional. Siswa SMPIT Nurul Fikri Boarding School (NFBS) berhasil meraih Gold Medals dan Excellent Award pada  4th Indonesia Youth Robotic Competition 2018 yang digelar di ICE BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Ahad (22/4).

Siaran pers SMPIT NFBS yang diterima Republika.co.id, Senin (23/4) menyebutkan, Project Land Rescue Bot, beranggotakan Aydin Naufal Satwika Nugroho, Muhammad Jafar Fadli dan  Adityo Arvinsyah Hanafi mendapatkan Gold Medals dengan mengusung konsep Land Resque Robot.

 

“Robot ini dirancang untuk dapat mendeteksi gempa yang terjadi serta sensor suhu untuk mendeteksi kebakaran, dimana grafik suhu serta getaran dapat dipantau dari smartphone,” kata Kepala SMPIT NFBS, Lukman Fajar Purwoko.

photo

Tim robotik SMPIT Nurul Fikri Boarding School (NFBS) Bogor.

Ia menambahkan, robot ini memiliki dua  mode,  yaitu automatic dengan cara berpatroli secara rutin dan mode manual. Mode manual akan bermanfaat untuk masuk ke daerah bencana, memindahkan penghalang atau reruntuhan. “Robot ini juga dilengkapi kamera sehingga pengendali bisa melihat apa yang terjadi di depan robot,” tuturnya.

Sementara itu, Naila Akmalia Nadhira dan Nayara Fazilatun Nisa meraih Excellence Medal dengan membawakan konsep Robot Security. “Sensor akan mendeteksi pencuri yang mendekati safety box, kemudian robot akan menghubungi owner,” ujarnya.

Lukman menyatakan,  kegiatan ini sangat bagus dalam mengembangkan High Order Thinking Skills (HOTS)  serta menumbuhkan karakter. “Dalam membuat proyek mereka harus berfikir untuk membaca masalah yang ada kemudian mencari solusinya dengan berbasis teknologi. Di sisi yang lain, anak-anak juga dilatih untuk bekerjasama, tidak pantang menyerah dan berani dalam menyampaikan gagasan maupun mempertahankan pendapat dengan cara yang ilmiah,” paparnya.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES