Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

MURI Beri Dua Penghargaan pada Hadi Purnomo Wisudawan Unkris

Jumat 20 May 2022 03:05 WIB

Red: Agus Yulianto

Ketua Umum MURI Jaya Suprana memberikan dua penghargaan kepada salah satu Wisudawan Unkris, Hadi Purnomo.

Ketua Umum MURI Jaya Suprana memberikan dua penghargaan kepada salah satu Wisudawan Unkris, Hadi Purnomo.

Foto: Istimewa
Hadi Purnomo menyelesaikan sarjana hukumnya pada usia 74 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Hadi Poernomo meraih dua penghargaan sekaligus dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai mahasiswa jurusan hukum tertua di dunia dan penggagas Single Identity Number (SIN) Pajak. Penghargaan tersebut diserahkan Ketua Umum MURI Jaya Suprana pada wisuda Sarjana Universitas Krisnadwipaya (Unkris) yang digelar secara luring di Jakarta Convention Center (JCC), pada Kamis (19/5/2022).

Hadi Poernomo tercatat menjadi salah satu wisudawan program strata 1 Fakultas Hukum Unkris yang ikut diwisuda bersama 1.222 wisudawan lainnya. Pria kelahiran 21 April 1947 tersebut berhasil menyelesaikan program sarjana hukumnya pada 21 Maret 2022 atau pada usia 74 tahun 334 hari.

Selain sebagai lulusan program sarjana hukum tertua, Hadi juga mendapatkan penghargaan sebagai penggagas Single Identity Number (SIN) Pajak. Gagasannya yang tertuang dalam skripsinya berjudul Single Identity Number Perpajakan Menciptakan Konsep Negara Indonesia Sejahtera tersebut digadang-gadang akan menjadi sistem yang mampu mengintegrasikan pajak di Indonesia.

Jaya Suprana dalam kata pengantarnya menyampaikan, apresiasi terhadap pencapaian Hadi Poernomo. “Ini membuktikan bahwa Unkris adalah perguruan tinggi terbaik bukan saja di Indonesia, tetapi juga dunia. Belum ada perguruan tinggi terbaik di manapun di dunia yang mewisuda seorang doctor yang berhasil lulus sarjana hukum pada usia 75 tahun. Itu hanya ada di Unkris,” kata Jaya Suprana dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id

Menurutnya, dengan pencapaian ini, maka Hadi Poernomo dapat menjadi teladan bahwa proses belajar itu perlu terus dijalankan. "Beliau ini memberikan keteladanan dengan perilaku, yaitu sudah (bergelar) doktor, usia 75 tahun, tapi masih bersemangat buat ijazah sarjana hukum," tegasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Pembina Yayasan Unkris Prof Dr Gayus Lumbuun. Dalam sambutannya, Prof Gayus menyampaikan, kebanggaannya bahwa Hadi Poernomo tak sekadar menjadi lulusan sarjana hukum tertua di Indonesia tetapi sekaligus memberikan pemikiran konsep recovery together recovery stronger, sebuah ajakan untuk melakukan perubahan yang lebih baik di negara Indonesia.

“Penelitiannya dibidang hukum mengenai surat utang negara bisa menjadi sebuah terobosan bagi Indonesia dalam hal penanganan perpajakan. Jika pemikiran ini digunakan dengan baik serta dilengkapi dengan perangkat hukum yang kuat dan system yang transparan, saya yakin seluruh pajak yang mangkrak yang jumlahnya sangat fantastis bisa diselesaikan,” kata Prof Gayus.

Dalam skripsi SIN Perpajakan Menciptakan Konsep Negara Indonesia Sejahtera, Hadi Poernomo memberikan gambaran bagaimana pajak sebagai salah satu instrumen fiscal terbesar di APBN, memiliki potensi untuk menjadikan Indonesia sejahtera. Penelitian ini menyebutkn bahwa permasalahan utama dari gagalnya penerimaan perpajakan selama ini karena adanya ketidakseimbangan antara fasilitas dan kewajibannya. 

Dalam penelitiannya, Hadi Poernomo menyajikan konsep SIN dalam bentuk bank data perpajakan dan membuktikan ketidak berjalannya SIN pajak adalah karena adanya inkonsistensi dalam pelaksanaan peraturannya. Hadi mengusulkan adanya government review atas ketentuan pelaksanaan SIN pajak.

Rektor Unkris Dr Ir Ayub Muktiono di tempat yang sama meminta, generasi muda mencontoh sosok Hadi Poernomo, khususnya dalam upaya menuntut ilmu."Saya harap anak muda generasi muda bisa mencontoh," katanya.

Lebih lanjut Rektor mengatakan, untuk menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul, setidaknya ada 4 kunci penting yang harus dipegang oleh mahasiswa. Yakni selalu belajar atau menuntut ilmu, membangun networking atau menjalin silaturahmi, mengimplementasikan ilmu yang diperoleh termasuk memanfaatkan networking yang dimiliki serta berdoa.

“Jangan pernah takut gagal karena sesungguhnya rintangan itu yang akan membuat kita lebih pintar, dan lebih cerdas,” katanya.

Rektor berharap, lulusan UNKRIS tidak hanya unggul dibidang akademik saja, namun juga memiliki nilai tambah yaitu beradab, yang dapat diartikan memiliki sifat jujur, amanah dan berbudi pekerti baik. 

Wisuda offline kali ini kata Ketua Pelaksana Dr Parbuntian Sinaga, merupakan kedua kalinya yang digelar Unkris selama masa pandemi Covid-19. Wisuda Sarjana ke-61 dan Magister ke-25 tersebut diikuti oleh 1.222 orang wisudawan terdiri atas program S1 sebanyak 937 orang dan program magister sebanyak 285 orang.

Wisuda dengan tema “Wujudkan Insan Unggul dan Beradab” tersebut dihadiri Kabag Umum LLDIKTI 3 Jakarta Noviyanto mewakili Kepala LLDIKTI wilayah III Dr Ir Paristiyanti Nurwardani M.P, Ketua Dewan Pembina Yayasan Unkris Prof Gayus Lumbuun, dan Ketua Pengurus Yayasan Unkris Amir Karyatin, SH . Tampil memberikan sambutan kunci, Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia, Prof. Yasonna H Laoly, SH, M.Sc, Ph.D.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA