Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Membidik Scopus IEEE dengan Netnografi dan Analisis Jaringan

Selasa 18 Aug 2020 21:57 WIB

Red: Hiru Muhammad

Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Korwil Jabodetabek makin gencar mensosialisasikan penyelengggaraan Aspikom International Communication Conference (2nd AICCON).  Salah satunya  dengan menggelar webinar untuk kali ketiganya yang digelar pada Sabtu (8/8) dan akan dilanjutkan Jumat (21/8) untuk seri ke 4.

Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Korwil Jabodetabek makin gencar mensosialisasikan penyelengggaraan Aspikom International Communication Conference (2nd AICCON). Salah satunya dengan menggelar webinar untuk kali ketiganya yang digelar pada Sabtu (8/8) dan akan dilanjutkan Jumat (21/8) untuk seri ke 4.

Foto: istimewa
Tujuan riset netnografi adalah untuk menemukan budaya komunikasi komunitas virtual

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Korwil Jabodetabek makin gencar mensosialisasikan penyelengggaraan Aspikom International Communication Conference (2nd AICCON).  Salah satunya  dengan menggelar webinar untuk kali ketiganya yang digelar pada Sabtu (8/8) dan akan dilanjutkan Jumat (21/8) untuk seri ke 4.

Webminar series #3#towards 2nd AICCON ini mengambil tema Netnografi dan Social Network Analysis: Adaptasi Menuju Artikel Terindeks Scopus IEEE dengan dua pembicara kunci yaitu Dr Lidya Wati Evelina MM, Dosen Senior Program Studi Ilmu Komunikasi Binus University yang juga Sekretaris Aspikom Korwil Jabodetabek, Dr Nia Sarinastiti, MA Dosen Senior Program Studi Ilmu Komunikasi Unika Atma Jaya, yang juga Ketua Departemen Kerjasama Aspikom Korwil Jabodetabek dengan moderator Inco Hary Perdana, S.Ikom, MSi Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Multi Media Nusantara sekaligus Wakil Ketua Aspikom Jabodetabek.

Menurut Lidia Wati Evelina, dalam keterangan tertulisnya Selasa (18/8) netnografi merupakan metodologi penelitian kualitatif dan interpretatif yang mengadaptasi teknik etnografi tradisional dengan studi media sosial. “Model Riset ini bersifat partisipasi observasi online yang berusaha me capture perilaku komunikasi di media sosial,” katanya.

Lidia menjelaskan tujuan riset netnografi adalah untuk menemukan budaya komunikasi komunitas virtual berbasis teknologi sehingga dari riset ini dapat menemukan gaya komunikasi, pola komunikasi dan model komunikasi komunitas.“Artikel dengan metode netnografi berpeluang tembus Scopus,"katanya. 

Dr Nia Sarinastiti menyampaikan materi tentang pengertian jaringan sosial, dimensi dan karakteristik jaringan sosial, analisis jaringan organisasi. Menurut Nia,  dalam jaringan terdapat aktor-aktor yang saling berhubungan satu sama lain. Aktor biasa disimbolkan dengan titik dan  relasi yang disimbolkan dengan garis. “Dalam jaringan sosial juga dapat dilihat kekuatan hubungan antar aktor,” jelasnya. 

Nia mencontohkan riset-riset yang menggunakan Social Network Analysis, antara lain tentang jaringan global pada perubahan iklim, analisis konsumen melalui penggunaan blockchain dan lainnya.

Dr. Kiati Yursiah selaku Ketua Panitia pelaksana seri Webminar ini berharap melalui Webminar ini para calon penulis dapat memiliki alternatif metode yang digunakan dalam penelitiannya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA