Senin, 21 Syawwal 1440 / 24 Juni 2019

Senin, 21 Syawwal 1440 / 24 Juni 2019

Menristekdikti Dorong Politeknik Pariwisata di Labuan Bajo

Senin 27 Mei 2019 09:39 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Dwi Murdaningsih

Nelayan melintas saat matahari tenggelam di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/10).

Nelayan melintas saat matahari tenggelam di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/10).

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Potensi pariwisata di Labuan Bajo tak kalah dengan Bali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mendorong adanya optimalisasi sumber daya pariwisata di Labuan Bajo. Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur, Sabtu (25/5) dan Ahad (26/5).

Baca Juga

Nasir menuturkan, potensi wisata kawasan Labuan Bajo tak kalah dengan Pulau Dewata Bali. Namun, sarana prasarana serta SDM-nya harus ditingkatkan. Oleh sebab itu, ia mengatakan, pemerintah mendorong berdirinya Politeknik di Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Untuk terwujudnya kawasan Labuan Bajo menjadi 'The New Bali', Nasir beranggapan butuh sinergi lintas kementerian. Penyiapan infrastruktur dan SDM bisa berjalan selaras dan beriringan.

"Saya sudah sampaikan kepada Menteri Pariwisata bagaimana kita berkolaborasi karena kalau tidak akan susah mendorong. Infrastrukturnya harus kita siapkan, sumber daya harus kita siapkan mudah-mudahan sukses," kata Nasir, dalam keterangan resmi yang diterima Republika.co.id, Ahad (25/5).

Ia mengatakan, keberadaan Politeknik pariwisata seperti El Bajo Commodus amat penting. Kebutuhan tenaga kerja pariwisata yang cakap, terampil dan profesional bisa terpenuhi dari para lulusannya. Sehingga tercipta link and match antara politeknik dan industri pariwisata di sana.

"Pada saat saya berkunjung di tahun 2017 itu saya ingin mengecek lokasi diperintahkan Bapak Presiden Jokowi yaitu mengembangkan 'The New Bali', diantaranya Labuan Bajo dan Wakatobi. Mengapa politeknik pilihannya, dan bukan Universitas? Jawabannya adalah 'karena Politeknik dapat  menyiapkan tenaga kerja profesional, dan ini yang akan dibutuhkan dalam waktu yang singkat ini," ujar Nasir.

Selanjutnya, Nasir menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM Indonesia demi membangun ekonomi Indonesia makin baik dan sejahtera. Ia meminta pemerintah Kabupaten Manggarai dan Gereja Katolik Keuskupan Ruteng untuk memberikan perhatian yang serius dalam kemajuan dunia pendidikan di daerah itu ke depan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA