Tuesday, 16 Ramadhan 1440 / 21 May 2019

Tuesday, 16 Ramadhan 1440 / 21 May 2019

Agroindustrial Academy Bekal Mahasiswa Pahami Agroindustri

Rabu 17 Apr 2019 08:56 WIB

Red: Irwan Kelana

Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri (Himalogin) Institut Pertanian Bogor (IPB) mengadakan Agroindustrial Academy (AA).

Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri (Himalogin) Institut Pertanian Bogor (IPB) mengadakan Agroindustrial Academy (AA).

Foto: Dok IPB
Konsep Agroindustrial Academy ditekankan ke kunjungan industri.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pemahaman mengenai agroindustri diperlukan karena agroindustri berperan sebagai penghubung kegiatan produksi dan pemasaran produk pertanian di Indonesia. Memahami pertanian dapat menjadi landasan bagi generasi muda dalam melahirkan agroindustri untuk mengembangkan inovasi yang memudahkan masyarakat ke depannya.

Terkait hal tersebut, Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri (Himalogin) Institut Pertanian Bogor (IPB) mengadakan Agroindustrial Academy (AA). AA merupakan wadah pemahaman agroindustri yang dikhususkan untuk mahasiswa Program Pendidikan Kompetensi Umum (PPKU). Kegiatan ini berlangsung dari Februari hingga akhir April 2019 dan dilaksanakan setiap tahun. 

“AA bertujuan untuk mewadahi mahasiswa baru Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIN), Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) mengetahui bagaimana seluk-beluk perkuliahan sebelum memasuki departemen, seperti pengenalan stream dan industri secara nyata. Agroindustrial Academy mencakup lima rangkaian yaitu temu perdana, presentasi produk, pembuatan produk, kunjungan industri dan penutup. Konsep AA ditekankan ke kunjungan industri, karena kunjungan industri baru dilaksanakan saat akhir semester lima,” ujar Ketua Pelaksana AA 2019, Friesca Rifani, dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Senin (15/4).

Ia menambahkan, kegiatan temu perdana difokuskan ke pengenalan agroindustri dan pembagian kelompok. Kemudian mereka mempresentasikan prototipe produk agroindustri masing-masing. Produk terinovatif dan teraplikatif dipilih berdasarkan penilaian dari Himalogin IPB. Setelah presentasi, produk inovatif yang terpilih adalah Dragon Tea dan akan dibuat di Kantin Sapta IPB, Kampus IPB Dramaga.

“Tantangan menjalani AA ini yaitu masih sedikitnya minat mahasiswa PPKU yang ingin ikut kegiatan ini. Mahasiswa yang berminat tahun ini lumayan lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Salah satu hambatan lainnya rencana kunjungan industri yang dilaksanakan di akhir pekan. AA selalu diadakan di akhir pekan sedangkan pabrik dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kebanyakan tutup,” tambah Friesca. Harapan Friesca, ke depannya mahasiswa lebih paham mengenai agroindustri dan industri dalam bentuk nyata.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA