Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Dr Anjar Nugroho Dilantik Jadi Rektor UMP

Ahad 14 Apr 2019 16:45 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Hasanul Rizqa

Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir resmi melantik Dr Anjar Nugroho  sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto periode 2019-2023.  Pelantikan berlangsung di aula AK Anshori Gedung Rektorat UMP, Sabtu (13/4).

Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir resmi melantik Dr Anjar Nugroho sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto periode 2019-2023. Pelantikan berlangsung di aula AK Anshori Gedung Rektorat UMP, Sabtu (13/4).

Foto: Republika/Eko Widiyatmo
Anjar Nugroho bertekad dalam tahun-tahun mendatang prodi-prodi di UMP terakreditasi A

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Doktor Anjar Nugroho resmi dilantik sebagai rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Pelantikan itu berlangsung di aula AK Anshori, UMP, Sabtu (13/4).

Turut hadir Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Dr Muhammad Syamsuddin, Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah Prof Dr DYP Sugiharto, serta para pengurus Muhammadiyah Banyumas dan pejabat Pemerintah Kabupaten Banyumas.

Baca Juga

Dalam kesempatan itu, Haedar Nashir, meminta agar rektor UMP yang baru mampu mengemban amanah sehingga kampus ini menjadi kian baik dan berkembang. Salah satunya ialah dengan mengejar tingkat akreditasi institusi UMP supaya menjadi "A."

Haedar mengungkapkan, baru ada enam dari 175 perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) di Indonesia yang sudah mendapat akreditasi "A." Mereka adalah UMM Malang, UMS Surakarta, UMY Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Universitas Hamka Jakarta, dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

"Saya berharap, UMP bisa segera menjadi yang ketujuh,'' kata Haedar Nashir, Sabtu (13/4).

Haedar Nashir menambahkan, tiap pimpinan PTM, termasuk juga UMP, seyogianya mampu menjadikan kampus yang dipimpinnya mewujudkan tiga fungsi strategis. Pertama, sebagai penggerak fungsi dakwah dan tajdid Muhammadiyah. Kedua, sebagai pusat keunggulan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Ketiga, sebagai pusat pencerahan kepada seluruh masyarakat.

Dia menegaskan, saat ini tidak ada lagi dikotomi antara perguruan tinggi negeri dan swasta. Kondisi demikian sudah lumrah khususnya di negara-negara maju, semisal Amerika Serikat dan negara-negara Eropa Barat. "Di negara-negara tersebut, perguruan tinggi yang terkemuka justru banyak yang berasal dari kalangan perguruan tinggi swasta," jelasnya.

Untuk itu, dia berharap, segenap kampus Muhammadiyah memiliki standar keunggulan yang di atas rata-rata. "Baik itu keunggulan akademik, riset, pengabdian masyarakat, bahkan juga Tri Dharma yang tepat untuk peran-peran kemanusiaan," katanya.

Di tempat yang sama, Rektor UMP Dr Anjar Nugroho mengungkapkan, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kampus tersebut terus meningkat. Hal itu ditandai jumlah mahasiswa baru di UMP yang mengalami peningkatan setiap tahun.

"Saat ini, jumlah total mahasiswa UMP mencapai hampir 13 ribu orang. Untuk akreditasi program studi, secara keseluruhan sudah memiliki akreditasi A, dengan sebagian besar memiliki akreditasi A. Berdasar Unirank, ranking UMP berada pada posisi 40 dari total PTN/PTS di Indonesia yang mencapai sekitar 4.400 perguruan tinggi,'' papar Dr Anjar Nugroho, Sabtu (13/4).

photo

Dr Anjar Nugroho resmi menjabat sebagai Rektor UMP periode 2019-2023 dengan diserahkannya Surat Keputusan dari PP Muhammadiyah. SK PP Muhammadiyah tersebut diserahkan Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) UMP Prof Dr Baedhowi, Kamis (4/4) ,malam.

Terkait kondisi ini, Anjar bertekad, selama empat tahun mendatang, prodi yang terakreditasi "A" atau unggul setidaknya mencapai 50 persen dari seluruh prodi yang ada di UMP. "Sekaligus juga kami akan meningkatkan akreditasi institusi UMP yang saat ini B, menjadi A,'' katanya.

Sementara, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah VI Jawa Tengah, Prof Dr DYP Sugiharto menyampaikan apresiasi atas pelantikan Dr Anjar Nugroho sebagai rektor UMP periode 2019-2023.

"Atas nama Kementerian Ristek Dikti, kami juga menyampaikan terimakasih kepada Muhammadiyah yang telah ikut meningkatkan kualitas SDM bangsa. Dari 265 perguruan tinggi di Jawa Tengah, sebanyak 24 perguruan tinggi merupakan perguruan tinggi Muhammadiyah," ucap Sugiharto.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA