Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Pendaftar UTBK Gelombang I Capai 755.593 Peserta

Selasa 26 Mar 2019 22:27 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Esthi Maharani

Ravik Karsidi

Ravik Karsidi

Foto: Republika/Yogi Ardhi
Panitia sudah menyiapkan 73 lokasi yang akan digunakan untuk ujian para peserta

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO - Pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) gelombang pertama telah ditutup pada Ahad (24/3). Jumlah peserta yang mendaftar UTBK Gelombang I mencapai 755.593 peserta.

Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Ravik Karsidi, mengatakan, panitia sudah menyiapkan 73 lokasi yang akan digunakan untuk ujian para peserta terdaftar tersebut. UTBK gelombang pertama akan dilaksanakan pada 13 April - 4 Mei 2019.

"Dan kemarin kami dan Pak Menteri (Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M Nasir) sudah melakukan cek kesiapan semua peralatan. Bahkan sampai titik-titik komputer dimana dan sebagainya kami sudah punya sistem untuk mengecek," jelasnya kepada wartawan di kampus pusat Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Selasa (26/3).

Menurutnya, pusat dashboard utama berada di Bandung dan Jakarta. Nantinya, panitia beserta Menteri Ristek Dikti akan mengecek pelaksanaan UTBK dari pusat dashboard di Bandung. Dia mengklaim sistem saat ini sudaj lebih canggih sehingga tidak perlu meninjau satu per satu.

Lokasi terjauh pelaksanaan UTBK berada di Universitas Musamus Merauke dan Universitas Teuku Umar di Meulaboh, Aceh Barat.

Ravik menyatakan, persiapan UTBK gelombang pertama tidak ada kendala. Dia bercerita, dulu beberapa kali kejadian saat tes SBMPTN di Merauke terputus karena kabel bawah laut.

"Tapi kami sudah siapkan, termasuk kalau putus kami pakai local area network (LAN), pakai harddisk, mereka tidak akan dirugikan. Semua lokasi ada cadangan," ungkap Rektor UNS tersebut.

Di samping itu, Ravik menyatakan indikasi kecurangan hampir dipastikan tidak ada. Sebab, secara sistem tidak bisa. Sesuai aturan, peserta masuk ruang ujianntidak boleh membawa ponsel. Biasanya, modus kecurangan, orang tahu soalnya kemudian orang luar yang mengerjakan.

"Bahkan antarkomputer di sebelah beda soalnya. Kami siapkan berapa puluh set soal yang berbeda tapi setara. Peserta jangan pernah percaya kalau ada yang menawarkan beli soal dengan harga sekian. Kami memberikan contoh soal di website. Belajarlah dengan itu saja," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA