Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Menperin Resmikan Lab IoT ITB Dukung Industri 4.0

Senin 18 Mar 2019 21:36 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Dwi Murdaningsih

Institut Teknologi Bandung

Institut Teknologi Bandung

Foto: www.itb.ac.id
Lab diprakarsai oleh Indosat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--- Kementerian Perindustrian terus mendorong inovasi sebagai elemen penting dari Revolusi Industri 4.0. Menurut Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, upaya tersebut merupakan implementasi Peta Jalan Making Indonesia 4.0 sehingga Indonesia siap menapaki industri digital baik dari segi infrastruktur maupun Sumber Daya Manusia (SDM).

Salah satu prioritas peta jalan Making Indonesia 4.0 adalah peningkatan alokasi anggaran untuk aktivitas research and development (R&D) teknologi dan inovasi.

Baca Juga

"Ini adalah lompatan besar dan kerja keras yang perlu didukung segenap pemangku kepentingan,” ujar Airlangga, saat meresmikan Future Digital Lab di Institut Teknologi Bandung (ITB), Senin (18/3).

Menurut Airlangga, Lab pengembangan ekonomi digital ‘IoT Innovation & Future Digital Economy Lab’ tersebut diprakarsai Indosat Ooredoo Business. Future Digital Economy Lab, diharapkan mampu menghasilkan ide inovasi, referensi desain produk dan solusi guna menjawab kasus-kasus IoT yang dapat dikembangkan dalam skala industri untuk beragam kebutuhan baik itu pengembangan produk, layanan, manufaktur, marketing, dan lain-lain.

“Dulu di era globalisasi yang menjadi kunci adalah bahasa Inggris, sekarang di era digitalisasi kuncinya adalah koding dan statistik data. Kalau menerapkan itu apapun jurusan sekolahnya, maka kita akan siap di era digital,” katanya.

Airlangga mengatakan, Future Digital Economy Lab ini yang pertama didirikan dalam program yang diprakarsai Indosat Ooredo. Selanjutnya, Indosat Ooredoo juga akan bekerja sama dengan institusi pendidikan lainnya seperti Universitas Bina Nusantara, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, UNIKA Atma Jaya, Universitas Trilogi, dan STIE PERBANAS.

Selanjutnya, kata dia, President University, Universitas Prasetiya Mulya, Institut Teknologi Sepuluh November, serta Universitas Udayana. Sinergi ini untuk menyediakan sarana pembelajaran dan pengembangan talenta digital berbasis awareness dengan cara learning by doing.

“Kami harap, dengan Future Digital Lab ini, ITB menjadi powerhouse dalam kebangkitan digital ekonomi Indonesia dan mencapai target  masuk 10 besar ekonomi dunia di tahun 2030,” katanya.

Setidaknya, kata dia, sudah ada tiga laboratorium IoT yang diresmikan dan dikunjungi dalam satu tahun terakhir. “Ini adalah langkah emas bagi Indonesia untuk menguasai inovasi dan teknologi,” katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA