Saturday, 16 Rajab 1440 / 23 March 2019

Saturday, 16 Rajab 1440 / 23 March 2019

Saat Wisuda, Rektor IPB Tekankan Upaya Hadapi Krisis Pangan

Kamis 14 Mar 2019 22:07 WIB

Red: Irwan Kelana

Rektor IPB, Dr Arif Satria memberikan kata sambutan pada wisuda IPB yang digelar di Bogor, Rabu (13/3).

Rektor IPB, Dr Arif Satria memberikan kata sambutan pada wisuda IPB yang digelar di Bogor, Rabu (13/3).

Foto: Dok IPB
Alumni IPB harus semakin adaptif dan selalu siap menghadapi era Society 5.0.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Terdapat dua tantangan besar yang menjadi perhatian utama Bangsa Indonesia saat ini.  "Pertama, masyarakat global tengah dihadapkan pada permasalahan krisis pangan, energi, dan lingkungan hidup, yang kemudian berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia, " kata Rektor IPB, Dr  Arif Satria pada  acara wisuda dan penyerahan ijazah tahap V tahun akademik 2018/2019  Program Pendidikan Sarjana, Pendidikan Profesi Dokter Hewan, Magister dan Doktor di Lingkungan IPB, Rabu (13/3) di Kampus IPB Dramaga Bogor, Jawa Barat.

Lebih lanjut rektor IPB mengatakan,  dalam merespons permasalahan ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengesahkan tujuan global yang tertuang dalam Sustainable Development Goals (SGDs). SDGs disusun melalui kesepakatan para pemimpin negara-negara di dunia. 

SDGs berisi 17 poin yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan, melindungi planet bumi, dan menjamin kesejahteraan untuk semua. Pencapaian SDGs menuntut komitmen tinggi serta mendorong beragam transformasi baik dari segi paradigma, kebijakan, hingga perilaku. Inklusivitas dalam pembangunan merupakan faktor kunci tercapainya SDGs dan perguruan tinggi termasuk pihak yang berperan penting dalam hal ini.

"Kedua, saat ini kita tengah berada dalam era revolusi industri 4.0. Meski sejumlah konsekuensi perkembangan teknologi 4.0 telah mengubah banyak tatanan lama yang telah mapan, kehadiran era ini membuka perspektif baru mengenai pentingnya kolaborasi untuk menyelesaikan masalah kompleks. Sejumlah kekuatan teknologi 4.0 sepatutnya dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan. Dua tantangan tersebut memerlukan kesiapan sumberdaya manusia agar berdaya saing dan berkontribusi mewujudkan SDGs,” paparnya dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Kamis (14/3).

Ia menambahkan, agenda revolusi industri 4.0 dengan berkembangnya artificial intelligence, robotic, data sciences, internet of things, cloud, bio technology, big data, drones akan semakin membawa tatanan kehidupan ini tidak hanya pada kondisi 4.0 tetapi lebih maju ke masyarakat 5.0. “Society 5.0 ditandai dengan digitalisasi yang bukan hanya di sektor industri, tetapi masuk ke segala aspek kehidupan manusia," lanjut Rektor IPB.

photo

Para wisudawan/wisudawati IPB yang dilantik hari Rabu (13/3).

Rektor IPB menekankan, lulusan IPB harus semakin adaptif dan selalu siap menghadapi era Society 5.0 ini. Kritik World Bank terhadap kompetensi masyarakat Indonesia memokuskan pada empat sektor strategis. 

Oleh karena itu, para lulusan IPB disiapkan dan harus memiliki kompetensi antara lain: Pertama, leadership yaitu, kepemimpinan untuk mempersiapkan mahasiswa dengan karakter kuat khususnya di bidang leadership. Kedua language skills, kemampuan berbahasa asing khususnya bahasa Inggris.

Ketiga, IT literacy, dimana teknologi IT menjadi ciri utama era Society 5.0. Keempat writing skills. “Kegiatan menulis penting untuk menuangkan ide dan gagasan yang kita miliki dan pemikiran maupun inovasi baru dapat ditularkan kepada Society 5.0,” tuturnya.

Rektor  menegaskan perannya melalui peluncuran Agro-Maritim 4.0 untuk merespons tantangan pencapaian SDGs dan revolusi industri 4.0 di bidang pertanian dalam arti luas. Agro-Maritim 4.0 hadir untuk mengatasi masalah-masalah diskonektivitas pembangunan agromaritim, degradasi lingkungan dan sumber daya alam, rendahnya kesejahteraan masyarakat, kerawanan pangan, rendahnya kontribusi sektor agromaritim terhadap pertumbuhan ekonomi, dan ketimpangan pembangunan antarwilayah di Indonesia.

"Agro-Maritim 4.0 mengintegrasikan pengelolaan wilayah darat dan laut secara inklusif yang melibatkan sistem sosial, ekonomi, dan ekologi yang kompleks, dengan pendekatan utama yang digunakan yaitu transdisiplin, konektivitas wilayah ekologis (ecoregion-connectivity), terintegrasi dan partisipatif (integrated-particitipatory),” tuturnya.

Agro-Maritim 4.0. menegaskan bahwa seluruh disiplin ilmu sama berperan penting dalam penyelesaian isu Agro-Maritim yang kompleks. Creating Value sebagai ciri utama teknologi Agro-Maritim 4.0 tidak semata melibatkan satu disiplin keilmuan saja. “Seorang ahli IT tidak secara otomatis memiliki kemampuan memahami permasalahan teknik, sosial, dan ekonomi agro-maritim, sehingga kolaborasi antardisiplin ilmu menjadi keniscayaan," ujarnya.

Rektor IPB berharap, lulusan IPB sebagai pelaku agro-maritim masa depan juga sebagai para technopreneur dan sociopreneur dengan sejumlah kompetensi baru yang sesuai dengan era revolusi industri 4.0 dan Smart Society 5.0. Lulusan IPB merupakan pribadi unggul dan adaptif terhadap perubahan serta mampu mendukung proses transformasi ekonomi yang lebih merata, melalui tumbuhnya technopreneur dengan start-up bisnis serta socio-preneur dalam pengembangan masyarakat melalui berbagai inovasi yang dihasilkan. 

“Lulusan IPB diharapkan mampu berkontribusi dalam pencapaian SDGs dan menjadi agen untuk mempercepat terwujudnya tujuan Agro-Maritim 4.0 melalui kiprahnya di berbagai bidang kerja dan usaha,” paparnya.

Rektor menjelaskan, sepanjang tahun 2018 dan di awal tahun 2019 ini, IPB telah mengukir berbagai prestasi yang membanggakan, baik di level institusi, staf kependidikan, maupun para mahasiswa. Prestasi yang diraih oleh IPB secara institusi diantaranya:  IPB termasuk 100 perguruan tinggi terbaik di dunia versi QS World University Ranking by Subject Agriculture and Forestry;  Top 40 The Most Sustainable University in the World dan Peringkat 2 di Indonesia versi UI Green Metric di akhir tahun 2018;  Terbaik III Kategori Media Sosial PTN-BH pada Anugerah Humas PTN dan LLDikti 2018 oleh Kemenristekdikti di awal tahun 2019.

IPB telah memiliki 158.113 orang alumni. Keberadaan alumni memiliki peran strategis dalam membangun bangsa dan negara dan membangun IPB pada khususnya. Pada wisuda tahap ini, IPB menyerahkan ijazah kepada 800 orang lulusan, yang terdiri dari 531 orang lulusan progam Sarjana, 25 orang lulusan program Pendidikan Profesi Dokter Hewan, 211 orang lulusan program magister, dan 33 lulusan program doktor.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA