Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

ITS Verifikasi Kehalalan Makanan di Kantin

Senin 03 Dec 2018 19:47 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani

Tanda halal

Tanda halal

Foto: bisnisukm.com
Verifikasi halal perlu dipastikan, bukan hanya pernyataan

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pusat Kajian Halal Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melakukan verifikasi terhadap status kehalalan stan-stan makanan di kantin-kantin di lingkungan kampusnya. Verifikasi dilakukan lantaran kehalalan suatu makanan merupakan hal yang sangat penting untuk dipertimbangkan, khususnya bagi umat Islam.

“Selama ini semua makanan di area kampus sudah dianggap halal, sehingga perlu dilakukan verifikasi untuk memastikannya, bukan hanya pernyataan,” kata Kepala Pusat Kajian Halal (PKH) ITS Fredy Kurniawan di Surabaya, Senin (3/12).

Fredy mengaku, dalam verifikasinya, PKH menggunakan standar halal dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). Nantinya, apabila stan dalam kantin telah terverifikasi halal sesuai dengan standar, akan diberikan label ‘ITS Halal’ pada stan tersebut.

“Sehingga dapat dibedakan mana yang halal dan mana yang tidak, tapi pilihan tetap berada di tangan konsumen,” ujar Fredy.

Dikatakan Fredy, banyak kasus-kasus tempat makan yang belum terverifikasi halal, sedangkan tempat makan tersebut sering dikunjungi masyarakat dari berbagai kalangan. Bahkan terdapat tempat makan yang belum terverifikasi halal namun sudah diberi cap halal oleh pemiliknya.

Menurut Fredy, pemeriksaan status kehalalan tidak hanya dilihat dari bahan makanannya. Tapi juga dari proses penyembelihan daging yang digunakan, sehingga terbebas dari unsur-unsur yang dianggap haram.

Fredy menegaskan, PKH ITS akan berupaya memberikan pembinaan terkait status kehalalan makanan di kantin-kantin ITS. PKH juga akan terus menelusuri status kehalalan makanan di area kampus ITS.

“Harapannya, tahun depan nanti seluruh kantin di ITS ini makanannya sudah terverifikasi kehalalannya, sehingga konsumen dapat membeli makanan yang jelas kehalalannya,” ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA