Sunday, 13 Syawwal 1440 / 16 June 2019

Sunday, 13 Syawwal 1440 / 16 June 2019

Mobil Blits Jelajah 15 Ribu Km Sebelum Daftar Relly Dakar

Senin 12 Nov 2018 17:02 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Mobil BLITS yang merupakan mobil Rally Dakar karya tim ITS yang bekerja sama dengan PT PLN (Persero) dan Universitas Budi Luhur Jakarta

Mobil BLITS yang merupakan mobil Rally Dakar karya tim ITS yang bekerja sama dengan PT PLN (Persero) dan Universitas Budi Luhur Jakarta

Foto: Republika/Dadang Kurnia
Mobil listrik Blits akan mendaftar pada Rally Dakar pada musim 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mobil listrik hasil kolaborasi dua perguruan tinggi Universitas Budi Luhur dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Blits, akan diuji coba. Mobil ini akan menjelajah nusantara sejauh 15 ribu kilometer (km) sebelum mendaftar pada Rally Dakar pada musim 2020.

Nama Blits yang diambil dari huruf depan Budi Luhur dan ITS merupakan mobil listrik sepenuhnya. Mobil ini didesain khusus untuk Rally Dakar Argentina mulai dari bagian tubular sasis, bentuk bodi, electric motor, sampai ketahanan baterai.

"Proyek Blits merupakan inovasi mobil listrik yang dilahirkan dari anak bangsa sendiri yang bisa dikenal oleh dunia. Maka, kita targetkan untuk mengikuti Rally Dakar yang merupakan rally paling ganas di dunia," kata Ketua Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Kasih Hanggoro, Senin (12/11).

Sebelum mengikuti Rally Dakar, Blits akan melakukan uji coba jelajah nusantara dengan tema PLN Blits Explore Indonesia. Perjalanan nusantara ini menempuh jarak 15 ribu kilometer.

Perjalanan dimulai dari ITS Surabaya, Budi Luhur Jakarta, Medan, Aceh, Sabang, Pontianak (Pulau Kalimantan), Sampit, Balikpapan, Samarinda, Makasar (Pulau Sulawesi), Kendari, Manado, Ternate, Sorong (Papua), Manokwari, Jayapura, Marauke, Kupang, Labuan Bajo, Bima, Mataram, Bali, Banyuwangi, dan berakhir di Surabaya.

"Dalam daya saing bangsa ini, Universitas Budi Luhur berperan sangat aktif adanya mobil listrik Blits karya Universitas Budi Luhur dan ITS," ujar Rektor Universitas Budi Luhur Didik Sulistyanto.

Ia menambahkan pengerjaan Blits dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dan dosen untuk melahirkan mobil listrik. Blits saat ini memiliki spesifikasi yang mumpuni untuk Explore Indonesia dengan Blits Battery Pack berkapasitas maksimal 90 kWh, maximum voltage 380 V, base voltage 350 V, max discharge current 777 A, dan base discharge current 259 A.

PLN Blits Explore Indonesia juga diikuti oleh mobil hybrid series KASUARI untuk menjelajah nusantara sejauh 15 ribu km. Universitas Budi luhur dan ITS dalam perjalanan ini menggandeng beberapa pihak, seperti PT PLN, PT Pertamina, Kemenristekdikti, dan PT Godyear Indonesia.

Dosen Pembimbing Proyek Blits dan Kasuari Nur Yulianto mengatakan, pada proses pengembangannya mobil ini mengalami sejumlah kendala, antara lain, mesin yang jebol, kendati hal itu bisa diatasi.

"Ini tertunda cukup lama dan bolak-balik karena riset jalannya memang seperti itu. Saat pertama kali dicoba mobil tak masalah, kedua kali dicoba, mobil jebol," katanya.

Setelah itu, Nur Yulianto mengatakan bahwa mobil kembali diperbaiki di kampus sebelum diuji coba sejauh 300 km berkeliling area kampus. "Kami perbaiki lagi, tapi jebol lagi. Yang terakhir kali dicoba sudah berjalan 300 km, mobil tidak ada masalah. Begitu sampai di Nganjuk, sampai kilometer 120 jebol juga. Jadi, ini tidak mudah," kata dia.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA