Wednesday, 17 Ramadhan 1440 / 22 May 2019

Wednesday, 17 Ramadhan 1440 / 22 May 2019

UNS Bebaskan Uang Kuliah Peraih Medali Asian Para Games

Senin 29 Oct 2018 12:34 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Esthi Maharani

Universitas Sebelas Maret

Universitas Sebelas Maret

UNS membebaskan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga lulus.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO - Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo memberikan apresiasi berupa pembebasan uang kuliah tunggal (UKT) kepada dua mahasiswanya yang berhasil meraih medali di ajang Asian Para Games (APG) 2018. Total medali yang diraih dua mahasiswa tersebut yakni lima medali perak dan satu medali perunggu.

Dua mahasiswa tersebut yakni, atlet para cycling Sri Sugiyanti yang berhasil mendapat tiga medali perak dan satu medali perunggu serta Ni Made Arianti Putri di Cabang Olahraga (Cabor) Atletik mendapat dua medali perak. Keduanya berasal dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Luar Biasa (PLB) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS.

Rektor UNS, Ravik Karsidi, memberikan apresiasi luar biasa atas prestasi tersebut. "Meski dalam keterbatasan namun keduanya sungguh luar biasa bisa mengharumkan nama Bangsa Indonesia dan UNS," kata Ravik seperti tertulis dalam siaran pers, akhir pekan lalu.

Sesuai dengan dengan peraturan yang ada, dua mahasiswa UNS yang berhasil membawa pulang lima medali perak dan satu medali perunggu tersebut memperoleh penghargaan dari UNS berupa pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga lulus.

Namun, karena Sri Sugiyanti merupakan mahasiswa Bidikmisi maka penghargaannya akan dikompensasi dalam bentuk lain. Sekiranya bentuk barang, harus yang bisa menunjang kegiatan pembelajaran.

"Ini ketika saya tanya yang bersangkutan ingin melanjutkan S2 di UNS, ya syaratnya harus lulus sarjana dulu dan bisa memungkinkan untuk S2 gratis di UNS," ujarnya.

Kemudian Ni Made Arianti Putri yang memperoleh dua perak juga akan diberikan penghargaan berupa pembebasan UKT hingga lulus. Sementara itu, Sri Sugiyanti menyampaikan terima kasih kepada Rektor UNS yang telah memberikan dukungan sehingga bisa berlaga di APG.

"Terimakasih atas doa dan dukungannya sehingga saya bisa pulang bawa tiga perak dan satu perunggu. Saya memiliki harapan bisa melanjutkan studi S2 dan bisa menjadi seorang dosen," terangnya.

Dengan perolehan tiga perak dan satu perunggu tersebut, Sri Sugiyanti memperoleh bonus dari pemerintah sebesar Rp 1,75 miliar. Selain Sri Sugiyanti dan Ni Made Arianti Putri, ada satu lagi mahasiswa UNS yang ikut APG 2018 yakni Nanda Mei Sholihah dari Prodi Pendidikan Sosiologi Antropologi FKIP UNS untuk Cabor Atletik. Namun, Nanda mengalami cidera, karena terjatuh saat latihan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA