Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Lulusan Ners UMP Dibekali Keahlian Kegawatdaruratan

Selasa 09 Oct 2018 18:26 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Yusuf Assidiq

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Foto: wordpress.com
Pelatihan BTCLS dilaksanakan selama lima hari sejak 8 Oktober hingga 12 Oktober.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Alumnus Pendidikan Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Jawa Tengah, tidak hanya dibekali keahlian mengenai keperawatan. Namun juga memiliki keahlian mengenai kegawatdaruratan, sehingga bisa memberi nilai tambah alumni Pendidikan Profesi Ners UMP.

Wakil Dekan I Bidang Akademik Fikes UMP, Ns Endiyono MKep, menyebutkan keahlian mengenai kegawatdaruratan memang merupakan keunggulan pendidikan profesi Ners UMP yang diberikan pada mahasiswanya. ''Dengan demikian, saat bekerja di RS maka lulusan program profesi Ners UMP sudah siap bekerja di unit kegawatdaruratan,'' jelasnya, Selasa (9/10).

Menurutnya, salah satu keahlian kegawatdaruratan yang diberikan, mengenai penanganan trauma dasar dan penanganan pertama pada orang yang mengalami penyakit jantung. Materi ini, diberikan melalui pelatihan Basic Trauma dan Cardiac Life Support (BTCLS).

Bahkan dia menyebutkan,  pelatihan yang diberikan mengacu pada standar pelayanan internasional, sehingga tidak diragukan lagi kualifikasinya.

Pada semester genap 2018 ini, pelatihan BTCLS dilaksanakan selama lima hari sejak 8 Oktober hingga 12 Oktober. Dalam pelatihan  tersebut, sebanyak 125 mahasiswa profesi Ners mengikuti pelatihan.

Kegiatan pelatihan yang diberikan, menurut Endiyono, berupa materi teori, simulasi penanganan pasien, dan praktik langsung di unit kegawatdaruratan di rumah sakit mitra UMP. ''Selama lima hari pelatihan, mahasiswa akan diberikan 15 materi teori dan enam kali materi praktik,'' katanya.

Sementara rangkaian kegiatan yang harus diikuti oleh mahasiswa di antaranya Post Test, Pre Test, RGP Test, dan Inisial Asessment. ''Metode ini sudah teruji efektivitasnya, sehingga setelah mengikuti serangkaian BT & CLS, kapasitas dalam kegawatdaruratan mahasiswa akan meningkat,'' ungkapnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA