Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Mahasiswa ITS Ciptakan Aplikasi Petakan Minat dan Bakat

Jumat 28 Sep 2018 12:46 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Gita Amanda

Aplikasi Aku Pintar.

Aplikasi Aku Pintar.

Foto: Playstore
Aplikasi Aku Pintar mampu mengenali potensi individu secara akurat.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Sekitar 87 persen pelajar di Indonesia acapkali merasa salah ambil jurusan, sehingga mendasari sering terjadinya drop out dan pindah jurusan berkali-kali. Merujuk dari permasalahan tersebut, mahasiswa Magister Manajemen dan Teknologi (MMT) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surbaya Lutvianto Pebri Handoko menciptakan aplikasi daring 'Aku Pintar' yang mampu mengenali potensi individu, sehingga minat dan bakatnya dapat dipetakan secara akurat.

Menurut Pebri, dewasa ini permasalahan dilematika salah jurusan terbilang cukup pelik. Ia mengaku bahwasannya kerap kali mahasiswa mengeluh mengenai ketidakcocokan jurusan atau bahkan bekerja tetapi tidak sesuai dengan rumpun ilmunya.

"Oleh karena itu, melalui paltform tersebut sayaa ingin membantu menyelematkan generasi-generasi milenial ini supaya lebih terencana dan siap dalam mengambil langkah ke depan," kata Pebri di Surabaya, Jumat (28/9).

Sebagai salah satu korban yang mengalami dilematika jurusan, pria asal Magetan tersebut mengupayakan supaya Aku Pintar dapat terintegrasi dengan baik antara pendidikan dan sosial media. Ia ingin mengubah persepsi sebagian orang mengenai dampak negatif sosial media.

“Platform aplikasi Aku Pintar ini diharapkan menjawab dengan menyajikan berbagai fitur pembelajaran yang kreatif,” ujar Pebri.

Pebri mengatakan, saat ini aplikasi tersebut menjadi satu-satunya aplikasi di Indonesia yang dapat menggabungkan tes minat bakat dengan belajar, sehingga pelajar menjadi lebih terarah. Berdasarkan hasil pengamatannya, sejauh ini sudah banyak tes minat bakat serupa, tetapi mereka lebih menekankan kepada kualitas.

“Di sini kami ada sisi kuantitasnya, intinya aplikasi ini lebih komplit dan benar-benar kami dedikasikan untuk anak SMA bahkan SMP,” kata Pebri.

Secara umum, lanjut Pebri, aplikasi Aku Pintar memiliki tiga fitur unggulan yaitu minat pintar, belajar pintar, dan kampus pintar. Di mana masing-masing fiturnya saling terintegrasi satu sama lain dan dapat diakses secara gratis oleh pelajar Indonesia.

Pada minat pintar, nantinya akan ada tes kepribadian dan penjurusan. Hasilnya akan memunculkan probalitas kesesuaian jurusan dan lingkungan kerja si pengguna berdasarkan hasil tes tersebut. Setelah itu, secara otomatis juga ada rekomendasi kampus yang sesuai dengan minatnya.

“Saat ini kami sudah mengantongi database 1.300 kampus se-Indonesia dan bulan depan akan bertambah menjadi 2.000 kampus,” ujar Pebri.

Fitur lain yang mendukung fitur minat pintar adalah belajar pintar. Di fitur tersebut disajikan berbagai macam materi, soal, kuis, dan try out mulai dari kelas X sampai XII, baik IPA dan IPS. Pada fitur ini juga disediakan kolom interaksi antara satu peserta dengan peserta yang lainnya.

“Apabila mereka tidak mengerti jawabannya, mereka bisa bertanya melalui kolom komentar dan dapat dijawab oleh peserta lain, sehingga lebih interaktif dan tidak satu arah,” kata Pebri.

Pengguna aplikasi ini juga dimanjakan dengan fitur kampus pintar. Sesuai dengan namanya, pada fitur ini lebih berisi mengenai informasi kampus. Alasan disedikannya fitur ini karena Pebri dan timnya menganggap bahwa pelajar SMA masih minim pengetahuannya mengenai kampus-kampus yang ada di Indonesia.

“Mereka akan lebih terbantu mendapatkan informasi kampus karena fitur ini hampir sama dengan mini seri setiap web kampus,” kata Pebri.

Ditanya soal akurasi hasil analisisnya, ia mengaku , sejauh ini tingkat akurasi bisa dikatakan sudah mencapai 90–95 persen. “Kami sampai saat ini masih terus melakukan penelitian dan perbaikan dalam hal tersebut bersama psikolog kami,” ujar alumnus Teknik Kimia ITS tersebut.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA