Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

ITS-NTUST Taiwan Gelar Program Engineers in Action 2018

Selasa 31 Jul 2018 02:07 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani

Kampus ITS

Kampus ITS

Kegiatan itu diikuti 15 mahasiswa dari NTUST dan 19 mahasiswa dari ITS.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya membangun kerja sama internasional bidang teknologi dengan National Taiwan University of Science and Technology (NTUST), Taiwan melalui program Engineers in Action (EiA) 2018. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor ITS Joni Hermana pada Senin (30/7).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 15 mahasiswa dari NTUST dan 19 mahasiswa dari ITS. Program tahunan yang akan berlangsung hingga 18 Agustus ini merupakan rancangan dari Direktorat Hubungan Internasional atau International Office (IO) ITS.

Rektor ITS Joni Hermana berharap, melalui kegiatan ini para peserta mampu meningkatkan kepedulian terhadap permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitar. “Bukan memberikan hal yang besar tetapi yang lebih penting adalah memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Itulah yang ingin ditanamkan dalam EiA 2018 ini,” kata Joni dalam sambutannya.

Direktur Hubungan Internasional ITS Maria Anityasari menjelaskan, program kali ini mengangkat topik Community Development atau pengembangan masyarakat menggunakan metode Project based Learning (PbL) atau model pembelajaran yang berbasis proyek. Para peserta dari ITS dan NTUST yang telah digabung kemudian dibagi menjadi enam kelompok.

"Masing-masing dihadapkan pada real problem atau permasalahan nyata yang harus mereka observasi, diskusikan dan temukan solusinya. Karena sebagai engineer kita harus menjadi bagian dari solusi,” kata dosen Teknik Industri ITS itu.

Maria melanjutkan, permasalahan yang akan dihadapi di antaranya mengenai sistem drainase, penyediaan air minum, dan permasalahan septic tank yang terjadi di wilayah Lebak Rejo, Surabaya. Nantinya setiap kelompok juga akan dibantu oleh dosen ITS sebagai fasilitator yang akan siap membantu dan membimbing

Maria berharap dengan adanya program ini para peserta dapat memperoleh pengalaman dan pemahaman dalam melihat serta menangani permasalahan yang terjadi di masyarakat. Tak hanya fokus menangani masalah, namun masing-masing peserta juga dapat merasa senang dengan berbagai kegiatannya dan terjalin hubungan pertemanan yang baik.

Jhy Chern Liu selaku dekan NTUST mengungkapkan kegembiraannya terhadap terselenggaranya program EiA 2018 ini. Menurutnya, kegiatan ini memberikan banyak manfaat dalam peranan kedua perguruan tinggi sebagai kampus teknologi.

“Kolaborasi antara ITS dan NTUST ini kami harapkan akan semakin terjalin kuat,” kata dia.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA