Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

ITS akan Dirikan Pusat Unggulan Iptek Kemaritiman

Senin 30 Jul 2018 01:07 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani

Kampus ITS

Kampus ITS

Budaya maritim di Indonesia memungkinkan untuk direkonstruksi

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Guna merekonstruksi ulang kebudayaan maritim nusantara, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berencana mendirikan Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUI) yang terkait dengan budaya kemaritiman Indonesia. Pembangunan PUI ini diyakini selaras dengan keinginan bangsa Indonesia untuk membangun kembali nilai kemaritiman.

Ketua Kelompok Kajian Bencana Pusat Studi Kebumian, Bencana, dan Perubahan Iklim (PSKBPI) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS Amien Widodo mengatakan, sejak dahulu, Indonesia memang dikenal sebagai negara maritim yang hebat. Bahkan, transportasi air memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia pada masa tersebut.

"Terkait hal tersebut, PSKBPI LPPM ITS sempat melakukan penelitian  peninggalan kerajaan majapahit tentang budaya kemaritiman yang ditemukan di Sidoarjo. Penemuan ini berupa candi di tepian Kali Brantas," ujar Amien di Surabaya, Ahad (29/7).

Amien berhatap, penelitian ini dapat merekonstruksi ulang budaya maritim yang pernah ada di Indonesia, utamanya di tanah Jawa. Bahkan menurutnya, untuk membangun Indonesia sebagai poros maritim dunia, Indonesia harus membangun budaya maritim ini.

Amien mengaku, penelitian yang dilakukan tidak hanya di tepian kali Brantas, tapi juga di sepanjang tepian Kali Porong. Ia menuturkan, penelitian ini akan memberi gambaran besar budaya maritim yang ada di Indonesia pada jaman dahulu. Letak garis pantai, pelabuhan, dan bentuk kapal menjadi pokok bahasan yang nantinya akan dikembangkan.

“Penelitian yang ada tidak hanya sebatas Surabaya-Sidoarjo saja, persebarannya bahkan dapat mencapai Blitar, ujungnya di Wonorejo,” kata Amien. Harapannya, dengan mengetahui persebaran budaya maritim tersebut, ITS mampu membuat gambaran (virtualisasi) kebudayaan maritim yang pernah ada di Indonesia.

Bahkan menurutnya tidak hanya dari kerajaan Majapahit saja, kerajaan lain seperti Medang, Kediri, Singosari juga akan ditelisik sejarahnya. Amien menuturkan, ITS akan secara serius menggarap penelitian melalui terbentuknya PUI.

"Sehingga dengan adanya PUI tersebut, ITS berharap bisa membuat sebuah museum sebagai bahan edukasi bagi generasi saat ini," kata Amien.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA