Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Monitoring SBMPTN Panlok Yogyakarta Dilakukan Bersama

Selasa 08 May 2018 19:22 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq

Konferensi pers SBMPTN Panlok 46 Yogyakarta di UNY.

Konferensi pers SBMPTN Panlok 46 Yogyakarta di UNY.

Foto: Wahyu Suryana.
Kelima rektor bersama jajaran berangkat bersama-sama melakukan monev.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) secara serentak berlangsung di seluruh Indonesia. Monitoring Panitia Lokal (Panlok) 46 Yogyakarta dilakukan kelima rektor bersama-sama dan bergiliran ke tiap-tiap perguruan tinggi.

Monitoring dan Evaluasi (Monev) dilakukan bersama Irjen Kemenristekdikti, Jamal Wiwoho. Setelah berkumpul di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai tuan rumah, kelima rektor bersama jajaran berangkat bersama-sama melakukan monev.

Monev pertama dilakukan di Universitas Gadjah Mada (UGM), dilanjut ke Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan terakhir ke UNY.

Koordinator sendiri dilakukan bergiliran setiap dua tahun sekali. Setelah UGM dua tahun lalu, tahun ini UNY bertindak sebagai tuan rumah selama dua tahun, dan akan dilanjut ke UPN, ISI maupun UIN Sunan Kalijaga.

"Ini bagian dari kebersamaan kita di Yogyakarta," kata Rektor UNY, Sutrisna Wibawa, saat ditemui di Ruang Sidang Utama Rektorat UNY, Selasa (8/5).

Usai proses pendaftaran pada 5-27 April 2018 lalu, SBMPTN 2018 serentak berlangsung pada 8 Mei 2018. Ujian terbagi menjadi Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) dan Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK).

Setelah ini, untuk program-program studi tertentu akan diadakan Ujian Keterampilan pada Rabu (8/5) besok, dan jika belum selesai dilanjut pada Kamis (9/5). Pengumuman hasil seleksi akan dilakukan pada 3 Juli 2018 mendatang.

Untuk UNY, terdapat 56 program studi S1 yang ditawarkan dengan kuota SBMPTN sebanyak 1.648 atau 35 persen dari total 4.690 kuota total. UGM, terdapat 67 program studi dengan kuota SBMPTN 2.842 atau 40 persen dari 7.098 total kuota.

UIN Sunan Kalijaga, dari 17 prodi yang ditawarkan ada kuota SBMPTN 526 mahasiswa. UPN terdapat 21 prodi dengan total kuota sebanyak 1.214 atau 40 persen total kuota, dan ISI dari 17 prodi yang ditawarkan ada kuota SBMPTN 414 atau 40 persen total kuota.

Irjen Kemenristekdikti, Jamal Wiwoho menuturkan, dari pelaksanaan SBMPTN ini minimal ada 30 persen daya tampung perguruan-perguruan tinggi yang akan terisi. Ia menilai, SBMPTN tahun ini sekaligus memulai pelaksanaan ujian berbasis komputer.

"Berbasis komputer ini kan baru kita lakukan buat tahun ini, kita akan melihat tahun depan akan kita lakukan sistemnya dengan sistem seperti TOEFL test, tidak seperti terjadwal tapi bisa saja satu tahun sekali atau dua kali ujian," ujar Jamal.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA