Saturday, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Saturday, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Inovasi SDM dan Teknologi Perkuat Daya Saing Perusahaan

Selasa 19 Dec 2017 16:56 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Hazliansyah

Gedung Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Gedung Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Foto: umy.ac.id

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Revolusi teknologi komunikasi dan informasi yang terjadi saat ini menjadi salah satu faktor timbulnya persaingan bisnis yang begitu ketat. Hal tersebut tentunya juga mempengaruhi proses yang terjadi di dalam suatu perusahaan. Sebab perusahaan harus melakukan inovasi di bidang sumber daya manusia dan teknologinya agar tetap bertahan.

Hal tersebut disampaikan Corporation Planning PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Warsim dalam kegiatan CEO Sharing dan Seminar Bisnis bertajuk "Strengthening Bussines Inovation" yang digelar oleh Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Selasa (19/12). 

Dalam paparanya, Warsim mengatakan bahwa persaingan pasar yang begitu ketat karena adanya revolusi komunikasi tersebut merupakan tantangan tersendiri bagi para pelaku bisnis. Para pelaku bisnis mau tidak mau harus melihat hal tersebut sebagai peluang.

"Jika kita melihatnya sebagai peluang, maka ada kemungkinan bisnis yang dijalankan akan dapat dipertahankan. Sebaliknya, jika kita melihatnya sebagai ancaman, maka perusahaan atau bisnis kita akan tertinggal dan secara perlahan akan gulung tikar," kata dia dalam kegiatan .

Selain itu, pelaku bisnis dikatakannya juga perlu melakukan perluasan jaringan. Khususnya dengan perusahaan yang memiliki kekuatan besar, dan hal tersebut harus dilakukan sekalipun perusahaan yang diajak kolaborasi adalah lawan bisnis.

Senior Vice President Jaringan dan Ritel PT POS Indonesia, Ali Fahmi Al Amrozi pun mengatakan bahwa persaingan bisnis saat ini begitu ketat. Sehingga perlu melakukan inovasi di berbagai bidang. Khususnya yang menyangkut teknologi, sehingga lebih memudahkan aksesibilitas dari target pelaku bisnis.

Ali juga menyampaikan bahwa lebih dari 50 persen penduduk Indonesia merupakan pengguna teknologi massif. Maka hal yang pasti perlu dilakukan untuk mempertahankan bisnis adalah dengan melakukan inovasi di bidang teknologi, untuk segala macam proses bisnis yang dilakukan.

"Selain dari peningkatan inovasi di bidang teknologi, pelaku bisnis juga perlu meningkatkan beberapa aspek lainnya agar bisa tetap bertahan. Ada empat (4) hal yang bisa diadopsi untuk mempertahankan bisnis. Empat hal tersebut yakni inovasi di bidang produk, perluasan jaringan, pemanfaatan teknologi, dan memperbaiki proses manajemen bisnis," ujarnya, Selasa (19/12).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA