Rabu, 23 Syawwal 1440 / 26 Juni 2019

Rabu, 23 Syawwal 1440 / 26 Juni 2019

28 Mahasiswa AS Belajar Bahasa Indonesia di UM

Selasa 13 Jun 2017 09:55 WIB

Rep: WILDA FIZRIYANI/ Red: Esthi Maharani

Universitas Negeri Malang

Universitas Negeri Malang

Foto: malang.go.id

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Sebanyak 28 mahasiswa asing dari Amerika Serikat (AS) telah memutuskan untuk mempelajari bahasa Indonesia di Universitas Negeri Malang (UM). Kedatangan mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas di AS ini berkaitan dengan program Critical Language Scholarship (CLS).

Direktur BIPA Gatut Susanto menerangkan, CLS itu program yang didanai oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dan ditangani oleh Bureau of Educational and Cultural Affairs (BCA). Kemudian dikelola oleh suatu badan non profit yang bernama American Councils for International Education yang bermarkas di Washington D.C. Program yang berjalan sejak 2006 ini bertujuan memperkuat pengetahuan, keamanan dan kesejahteraan melalui pembelajaran bahasa dan budaya dari negara-negara yang dianggap penting bagi Amerika.

Bagi pemerintah Amerika, pembelajaran bahasa dan budaya negara lain sangat penting untuk menjalin hubungan baik antar pemerintah maupun antar warga negara. Dengan demikian, diharapkan bisa meningkatkan kerjasama di berbagai bidang sebagai upaya untuk mewujudkan perdamaian dan kemakmuran.

Menurut Gatut, masuknya program CLS di Indonesia sejak 2010 menandakan Indonesia sebagai negara penting bagi Amerik. Oleh sebab itu, warga Amerika terutama para mahasiswa didorong untuk belajar bahasa Indonesia.  Di sisi lain, Gatut menilai, bahasa Indonesiadipandang penting atau critical karena jumlah penuturnya di AS sangat sedikit.

"Oleh karena itu, tujuan program CLS Indonesia adalah meningkatkan jumlah rakyat Amerika untuk mampu berbahasa Indonesia dan mengerti budaya Indonesia”, kata Gatut melalui siaran pers yang diterima Republika, Senin (12/6).

Sementara itu Direktur American Councils for International Education, Adam Mele menyatakan sangat optimis program ini akan berhasil baik. Optomisme ini timbul karena dia nelihat kegiatan ini berbeda dengan program CLS di tempat lain. Hanya CLS Indonesia yang bisa memfasilitasi empat guru untuk tiap kelasnya dan setiap mahasiswa akan didampingi oleh dua orang tutor.

Sumber : Center
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA