Selasa, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

Selasa, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

UGM akan Dirikan Teaching Industry di Kulonprogo

Rabu 12 Apr 2017 20:26 WIB

Rep: Neni Ridarineni/ Red: Fernan Rahadi

Universitas Gadjah Mada

Universitas Gadjah Mada

Foto: en.wikipedia.org

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Rektor UGM  Dwikorita Karnawati melakukan konsultasi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X terkait perkembangan rencana pembangunan teaching industry di Kulonprogo oleh Sekolah Vokasi UGM .

"Hal ini untuk mendekatkan mahasiswa vokasi ke obyek  materi pembelajaran. Di samping itu teaching industry ini tidak hanya untuk mahasiswa, melainkan juga untuk melatih masyarakat di produk pertanian untuk menunjang perekonomian di DIY,’’ kata Dwikorita pada wartawan, usai bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Kepatihan Yogyakarta, Rabu (12/4).

Sementara itu Dekan Sekolah Vokasi UGM Wikan Sakarinto mengatakan  di teaching industry nantinya ada kelas-kelas dan mini pabrik wujudnya laboratorium untuk mahasiswa dan masyarakat . Di situ ada peralatan produksi yang teknologi tinggi maupun  teknologi sederhana.

 "Selama ini susu kambing hanya dijual dalam bentuk susu kambing mentah, kayu dijual mentah, coklat dijual dalam bentuk biji coklat. Besok dengan adanya pabrik di Kulonprogo susu kambing bisa dikemas dan dijual matang, coklat dibuat permen coklat dan kayu dibuat kerajinan dan serpihannya tidak dibuang melainkan bisa dibuat briket,’’ ungkapnya.

Pendirian teaching industry ini di atas tanah seluas 6,5 hektar milik Pemda. ‘’Bantuan Pemda sudah banyak. Kami nanti juga bekerjasama dengan SMK di DIY . Kami yang mendesain, dan yang membuat produknya siswa SMK. Jadi  teaching industry ini tidak hanya untuk mahasiswa vokasi saja melainkan juga untuk mendidik masyarakat yang perlu ditingkatkan kapasitasnya,’’ kata Wikan.

Lebih lanjut Wikan mengatakan industri manufaktur diarahkan pada produk alat kesehatan karena 90 persen alat kesehatan di Indonesia diimpor dan mengolah produk perkebunan seperti kakao, kopi dan kayu, serta  untuk produksi peralatan di bandara.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA