Saturday, 17 Zulqaidah 1440 / 20 July 2019

Saturday, 17 Zulqaidah 1440 / 20 July 2019

Prodi Kimia UII Yogyakarta Petik Manfaat Kerja Sama Riset Internasional

Kamis 23 Feb 2017 15:12 WIB

Red: Yusuf Assidiq

UII

UII

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Adanya kerja sama di bidang riset perguruan tinggi Indonesia dengan perguruan tinggi di luar negeri sangat menguntungkan. Itulah yang dirasakan Program Studi Kimia Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (Prodi Kimia FMIPA) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. 

Pengalaman ini diperoleh setelah lima mahasiswa Prodi Kimia FMIPA UII melakukan kerja sama riset internasional di Universiti Tunku Abdul Rahman (UTAR) Malaysia. Kelima mahasiswa adalah Lusi Sopia, Arinda Liyanita, Zahrah Nur Zakiyah, Amri Yahya, dan Umul Azizah. Mereka berada di UTAR untuk melakukan penelitian selama dua pekan, Rabu-Sabtu (11-28/1/2017). 

“Kita masih mengalami keterbatasan alat. Karena itu, kerja sama ditekankan pada penelitian yang alatnya tidak ada di UII atau baru dimiliki lembaga tertentu saja di Indonesia. Alat tersebut di antaranya, NMR (Nuclear Magnetic Resonance), Scanning Electron Microscope, Microwave Reactor,” kata Dr Is Fatimah, Ketua Prodi Kimia FMIPA UII, dalam rilisnya, Kamis (23/2).

Dijelaskan Is Fatimah, alat-alat ini jarang dimiliki perguruan tinggi Indonesia karena mahal harganya. Satu alat harganya dapat mencapai Rp 3 miliar. Padahal di UTAR, perguruan tinggi partner UII memiliki ada lima unit. “Di Indonesia baru ada di LIPI. Untuk bisa menggunakannya harus bayar dan antriannya panjang,” ujarnya.

Selain itu, jika sewa menggunaan alat-alat tersebut juga besar sekali. Di UTAR bahan-bahan penelitiannya free, instrumen free. Padahal satu analisis per sample ongkosnya bisa Rp 700 ribu. Sedang satu penelitian membutuhkan 20 sample maka  beaya yang harus dikeluarkan Rp 14 juta. 

“Itu baru satu instrumen, belum instrumen yang lain, satu penelitian bisa mencapai ratusan juta. Itu baru satu mahasiswa. Kalau lima mahasiswa tinggal mengalikan,”  jelasnya.  

Is mengaku sangat diuntungkan adanya memorandum of understanding (MoU) antara UII dan UTAR Malaysia. Sehingga mahasiswa UII mendapat fasilitas untuk melakukan penelitian di sana tanpa dipungut biaya.  

Lebih lanjut Is mengatakan Prodi Kimia FMIPA UII tidak hanya bekerja sama dengan  UTAR Malaysia saja. Tetapi juga melakukan kerjasama dengan Curtin University Australia. Karena letaknya cukup jauh, kerja samanya dengan bentuk pengiriman sample. Selain Australia, UII juga kerja sama dengan Prince Songkla University (PSU) Thailand.  

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA