Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Mahasiswa Ini Ubah Labu Siam Jadi Sirup

Senin 19 Jan 2015 14:34 WIB

Red: Taufik Rachman

Lampu siam

Lampu siam

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Labu siam (Sechium edule) atau biasa disebut Labu Jipang di Jawa Tengah dan Manisah di Jawa Timur serta Waluh Siam di Jawa Barat, selama ini hanya dimanfaatkan sebagai bahan sayuran oleh masyarakat. Bahkan keberadaannya yang gampang  dicari serta murah harganya seringkali menjadi bahan sayuran yang awet. Padahal kandungan air di dalam buah tersebut cukup  banyak.

Hal inilah yang menggelitik empat mahasiswa Fakultas Matematika dan IPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk meneliti  lebih jauh kandungan air dan gizi pada buah tersebut. Keempat mahasiswa ini bahkan membuat inovasi minuman dari sari buah  labu siam ini.

Melalui beberapa kali percobaan dan penelitian keempatnya akhirnya berhasil membuat sirup buah labu siam yang  kemudian diberinama "SILABUS". Silabus menjadi sirup buah alternatif bagi masyarakat yang mengandung banyak vitamin dan gizi  serta serat yang menyehatkan.Bahkan penelitian keempat mahasiswa UNY ini kini siap dipasarkan jika ada pesanan dan memiliki

nilai keekonomian yang tinggi.

Keempat mahasiswa Fakultas MIPA UNY yang berhasil membuat minuman sehat dari Labu Siam ini adalah Fauzia Budi Mariska,  Hanifah , Isna Amanatul Hayati, dan  Siti Rahmawati. Keempatnya adalah mahasiswa Pendidikan IPA Fakultas MIPA UNY.

"Penelitian kita lakukan berulang kali dengan berbagai percobaan hingga menghasilkan kadar sirup yang pas dengan lidah  masyarakat Indonesia," ujar Fauzia Budi Mariska, Senin (19/1).

Menurutnya, banyaknya labu siam yang kurang dimanfaatkan masyarakat menjadikan mereka berfikir keras untuk mengolah buah  sayur tersebut agar memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Di bawah bimbingan dosen Fakultas MIPA Anjarsari, keempat mahasiswi ini melakukan studi literasi terkait buah labu siam ini. Mereka juga melakukan penelitian labolatorium terhadap kandungan  vitamin dan serat dari buah labu tersebut.

Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa buah labu siam ternyata memiliki kandungan kalori yang cukup rendah namun memiliki kandungan serat tinggi, protein, lemak, kalsium, fosfor dan zat besi. "Labu siam ini juga sifatnya menyejukkan sehingga bagus untuk terapi menurunkan darah tinggi, deabetes, memperlancar peredaran darah dan menurunkan kolesterol," katanya.

Selain itu kadar air dalam labu siam juga tinggi, karenanya mereka berinisiatif mengolah buah labu tersebut menjadi sirup. tahap pembuatan Silabus sendiri dilakukan dengan memilih buah labu siam yang bagus dan tidak ada yang busuk dan masih segar serta muda. Labu siam ini kemudian di kupas. Untuk menghilangkan getahnya, buah labu ini digosok dengan daun atau kertas sampai hilang.

 

Setelah itu labu siam kupas ini dibersihkan dengan air sampai bersih dan dipotong dadu kecil-kecil. "Setelah dipotong, buah labu kemudian kita blender sampai menjadi bubur kental," ujarnya. Bubur labu siam blender ini kemudian disaring diambil sarinya dan di masukkan dalam panci.

Sari buah labu siam ini kemudian di panaskan sampai mendidih ditambah dengan garam dan gula. Setelah mendidih, air sari buah labu siam ini didinginkan dan ditambah asam sitrat. Setelah dingin, sari buah labu siam ini sudah siap dikonsumsi menjadi

sirup buah labu siam yang sehat dan murah.

Diakui Fauzia, untuk mendapatkan konsentrasi sirup yang pas dari olahan buah labu siam tersebut memang tidak mudah. Dia dan teman-temannya melakukan tiga kali percobaan dengan perlakuan berbeda dalam mengolah sari buah labu siam tersebut. Dari tiga penelitian dengan perlakuan berbeda ini kemudian diperoleh konsentrasi adonan yang pas untuk sirup buah labu siamnnya tersebut.

Menurut Hanifah, anggota tim lainnya, pada percobaan pertama dia dan temannya menggunakan komposisi 1 kg buah labu siam tanpa penambahan air dicampur 1 kilogram gula dan asam sitrat 10 gram. Pada pada percobaan kedua dilakukan pengolahan dengan komposisi 1 kg buah labu siam diblender dengan penambahan 250 mL ditambah satu kilogram gula pasir serta asam ssitrat 8 gram.

Sedangkan pada percobaan ketiga diolah labu siam 1 kg ditambah satu kilogram gula pasir serta asam sitrat 6 gram. "Ternyata dari ketiga percobaan ini kita lakukan uji coba rasa dan yang paling tepat komposisinya adalah pada percobaan pertama. Beberapa orang yang sudah mencoba merasakan bahwa pada campuran pertama yang komposisinya tepat dan terasa segar sirupnya," katanya.

Menurutnya setelah beberapa orang merasakan Silabus produk mahasiswa UNY ini, banyak yang mengaku ketagihan karena rasanya yang cukup segar. Keempatnya mengaku menerima beberapa pesanan terkait hasil penelitiannya ini. Meski masih diproduksi secara sedikit dan sederhana namun keempatnya optimis, Silabus akan semakin diterima masyarakat dan bisa memiliki nilai ekonomi tinggi.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA